oleh

Penangkapan di Marindal, Oknum Polsek Patumbak Borgol dan Todongkan Senjata Kepada Wartawan Medan Bisnis

Medan (pewarta.co) – Program profesional, modern dan terpercaya (Promoter) yang sudah diterapkan oleh pimpinan Polri belum sepenuhnya di jalankan oleh anggota polisi. Buktinya penangkapan yang dilakukan oleh polisi di kediaman Sukardi alias Sukar di Jalan Kebun Kopi, Gang Karang Anyer, Desa Marindal, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang bermasalah.

Loading...

Oknum Petugas Luar (TL) Polsek Patumbak Brigadir Jufi alias Jupe yang terlibat mendampingi petugas Polda Riau untuk membawa Sukar ke Riau menodongkan senjata ke wajah Khairunnas wartawan Medan Bisnis Unit Polrestabes Medan dan memborgolnya, Sabtu (22/7/2017) dinihari.

Padahal khairunnas warga sementara Marindal usai liputan singgah sebentar ke rumah Sukar bersama warga lainnya yang tidak mengetahui penggerebekan yang tiba-tiba dilakukan oleh petugas gabungan tersebut.

“Saya ditodongkan senjata oleh oknum nakal tersebut yang ingin menunjukan kualitasnya dihadapan petugas Polda Riau dalam melakukan penangkapan kepada Sukar,” ucap Wakil Ketua Pewarta Polrestabes Medan ini kepada wartawan di Medan, Minggu (23/7/2017).

Tidak sampai disitu saja, tambah Khairunnas alias Ai, sepeda motor matic milik Khairunnas diperiksa oleh oknum polisi nakal tersebut, dan dua ponsel milik Khairunnas untuk peliputan berita sempat diamankan oleh petugas Polda Riau.

Namun khairunnas yang tidak mempunyai masalah menunjukan identitasnya sebagai wartawan Polrestabes Medan. Sehingga petugas Polda Riau langsung menyerahkan kembali ponsel itu kepada pemiliknya. “Saya percaya masih banyak polisi yang baik dan benar. Yang baik saja dilakukan polisi dilaporkan oleh masyarakat. Apalagi yang salah dilakukan oleh oknum Polsek Patumbak itu,” paparnya.

Selain itu, sikap arogan dan gaya koboi ditunjukannya dengan menganiaya dan memborgol Yoga alias Memet dan Ruri. Kedua warga Patumbak itu menjadi korban keganasan oknum polisi nakal tersebut. Padahal kedua korban yang juga berada di halaman teras rumah sukar tersebut hanya menghabiskan waktu malamnya.

Sehingga Yoga yang tidak mempunyai masalah babak- belur dihajar oknum Polisi Polsek Patumbak tersebut. Diduga ada terjadi dendam pribadi dilampiaskannya kepada Yoga tersebut. “Kalau ada Feri amankan kau. Tapi Feri gak ada, habis kau aq buat menunjukan pukulan KO kepada Memet,” terang Jufi sembari melepaskan borgolnya itu kepada khairunnas dan Memet.

Feri yang disebutkan oleh jufi itu adalah mantan Kanit Reskrim Polsek Patumbak yang banyak berjasa memajukan Polsek Patumbak dan terbaik dalam pengungkapan kasus narkoba dan kejahatan jalanan.

Yoga alias Memet yang sudah mengalami memar di wajah dan kepala terkena gagang senjata melanjutkan kasus tersebut ke Propam Polda Sumut. Selaku korban, saksi khairunnas dan Ruri tidak tinggal diam.

“Sudah diterima laporan penganiayaan dilakukan oknum Polsek Patumbak yang nakal itu. Mudah-mudahan tuntas dilakukan oleh penyidik Propam Polda Sumut,” jelas wartawan terbaik Polrestabes Medan ini yang juara I lomba artikel HUT Bhayangkara ke 71.

Sementara itu, Kapolsek Patumbak Kompol Afdal sangat menyesali perisitiwa penangkapan kepada Sukar tersebut. “Petugas terjadi miskomunikasi kepada khairunnas yang berada di lokasi tempat kejadian perkara (TKP),” jelasnya.

Selaku Kapolsek Patumbak, Afdal berserta keluarga meminta maaf sebesar-besarnya kepada khairunnas yang menjadi korban dari petugas Polsek Patumbak. “Saya meminta maaf kepada Khairunnas dan kasus penangkapan tersebut tidak akan terulang kembali,” pungkasnya. (red)

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Loading...