oleh

Gebyar Pendidikan & Kebudayaan 2019 di Medan Meriah

Medan (pewarta.co) – Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan 2019 yang dipusatkan di Lapangan Benteng Medan, Minggu (31/3/2019) berlangsung meriah. Ribuan pelajar, guru, dan kalangan dunia pendidikan seperti dari Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sumut, dan masyarakat umum mengikuti kegiatan yang antara lain dimeriahkan dengan gerak jalan santai disertai dengan pembagian hadiah.

Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan 2019 ini dihadiri oleh pimpinan Kemendikbud. Mendikbud Muhadjir Effendi diwakili oleh Sekjend Kemendikbud Didik Suhardi. Hadir juga Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Dirjen PAUD dan Dikmas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Dr Harris Iskandar.
Selain itu, tampak pula, antara lain, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Hamid Muhammad PhD, Irjen Kemendikbud, Prof Dr Muchlis Rantoni Ludin, Gubsu diwakili Kadisdik Sumut Arsyad Lubis, Walikota Medan diwakili Kadisdik Kota Medan Marasutan Siregar, dan Kepala LPMP Sumut, Afrizal Sihotang ST MSi.

Loading...

“Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan 2019 adalah momentum untuk penguatan pendidikan dan kebudayaan Indonesia dengan semangat baru,” ucap Dirjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud Harris Iskandar, dalam sambutannya pada acara itu.

Disebutkannya, setelah capaian kemajuan selama 4,5 tahun terakhir ini, pemerintah ingin mewujudkan pendidikan dan kebudayaan yang lebih baik dan lebih maju.

Harris Iskandar menuturkan, selama 4,5 tahun terakhir, dunia pendidikan Indonesia telah mencapai banyak kemajuan. Di antaranya, angka partisipasi kasar (APK) SD dan SMP sudah mencapai 100 persen, posisi dan peran guru sudah makin baik dibandingkan sebelumnya, serta pembuatan beberapa peta jalan pengembangan kebudayaan Indonesia.

Diungkapkannya, Indonesia sendiri dijuluki oleh Unesco sebagai negara adi daya “super power” kebudayaan karena banyaknya jenis dan ragam kebudayaan yang dimiliki.

Dia menegaskan, Indonesia harus terus mencapai kemajuan-kemajuan dunia pendidikan. Dunia pendidikan, khususnya Kemendikbud, pemda, dan masyarakat, harus bergerak bersama mencapai target-target yang ditetapkan. Misalnya, peningkatan jumlah lembaga PAUD melalui paudisasi dengan program “Satu Desa Satu PAUD”, peningkatan APK sekolah menengah atas (SMA) dan kejuruan (SMK), dan pelestarian dan pengembangan kebudayaan.

“Ini sebagai modal kita untuk membangun Indonesia yang lebih baik,” ujarnya.

Harris Iskandar juga mengagumi kekayaan ragam budaya Sumut yang ditampilkan para pelajar dalam acara gebyar itu.

Ia berharap Sumut dan Kota Medan jauh lebih maju dalam pembangunan pendidikan. Dia meyakini sinergi antara pemerintah pusat-daerah dan pemerintah dan masyarakat bisa segera terwujud.

“Sehingga, Tri Sentra Pendidikan ini seperti disampaikan oleh Ki Hadjar Dewantara bukan sekadar konsep, tapi menjelma, membumi sebagai gerakan, sehingga jadi mekanisme yang hidup dalam diri kita, di tengah-tengah masyarakat,” jelasnya.

Sementara Kadisdik SumutArsyad Lubis menyampaikan, pendidikan menjadi salah satu program prioritas Pemprovsu sesuai visi yang ditetapkan karena menjadi salah satu kunci strategis dalam memajukan bangsa.

Pihaknya juga mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Kemendikbud ini.

“Ini menjadi bukti besarnya perhatian dari pemerintah pusat kepada Sumut,” akunya.

Sambutan dalam nada yang sama juga disampaikan oleh Kadisdik Kota Medan, Marasutan Siregar. Dia juga menyampaikan Pemko Medan akan terus melakukan berbagai upaya dalam membangun pendidikan. Untuk itu, dukungan dan bantuan dari Kemendikbud sangat dibutuhkan.
Sedangkan Kepala LPMP Sumut Afrizal Sihotang menuturkan, Gebyar Pendidikan dan Kebudayaanini merupakan acara yang diselenggarakan Kemendikbud setiap tahun. Khusus di Sumut, acara ini merupakan kerja sama antara LPMP, BP PAUD dan Dikmas Sumut, Balai Arkeologi, Balai Bahasa, dan Pusat Pengembangan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Bidang Bangunan dan Listrik (P4TKBBL).

Dalam acara ini, Sekjend Kemendikbud Didik Suhardi menyerahkan secara simbolis Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada empat siswa dari SD, SMP, SMA, dan SMK. Keempat siswa ini juga mendapatkan hadiah masing-masing satu unit sepeda. (gusti/red)

Facebook Comments
Loading...