oleh

Kadin Mekkah Ingin Bekerja Sama dengan Pengusaha Indonesia

Jeddah (pewarta.com) – Mekkah bagi hampir sebagian besar orang selalu diasosiasikan dengan haji dan umrah. Tidak ada yang salah dalam pandangan ini tentu saja. Sebagai kiblat umat muslim sedunia, Ka’bah yang terletak di Makkah merupakan jantung spiritual kaum muslim.

Loading...

Sebagai gambara, tahun 2016, tercatat kurang lebih 1 juta warga Indonesia yang berkunjung ke Mekkah dalam rangka melaksanakan ibadah haji dan umrah. Dengan penambahan kuota haji di tahun 2017, jumlah kunjungan masyarakat Indonesia diperkirakan meningkat di tahun 2017 dibanding tahun sebelumnya. Namun Mekkah bukan hanya haji dan umrah.

Ketika menghadiri undangan dari kantor Makkah Chamber of Commerce and Industry (semacam kantor dagang dan industri atau kadin di Indonesia) tanggal 29 Maret 2017, Mr. Ibrahim Al-Bardesi, Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Kadin Mekkah menyampaikan bahwa Mekkah memiliki banyak potensi perdagangan yang dapat dikerjasamakan. Kantornya baru-baru ini telah menerima kunjungan dari kalangan pengusaha Turki untuk melakukan kontak dagang.

Kepada Tim Ekonomi dan Perdagangan Konsulat Jenderal Republik Indonesia Jeddah (KJRI Jeddah), Sekjen Kadin Mekkah mengharapkan partisipasi pengusaha Indonesia untuk meningkatkan kerja sama di kedua belah pihak.

Salah satu yang menjadi fokus perhatiannya adalah merealisasikan Nota Kesepahaman Bersama (Memorandum of Understanding-MoU) antara Kadin Mekkah dan Kadin Jakarta yang ditandatangani pada bulan Mei 2016.

“MoU tersebut menjadi landasan yang sangat penting dalam membuka jalur kemitraan antara Mekkah dan Jakarta sekaligus menjadi pijakan dalam meletakkan landasan kerja sama yang lebih luas antara Indonesia dan Arab Saudi,” kata Bachtiar Saleh, salah satu Pejabat Fungsi Ekonomi KJRI Jeddah.

Bachtiar mengutip isi MoU menerangkan bahwa kedua belah pihak menyepakati untuk melakukan kemitraan yang saling menguntungkan antara lain di sektor perdagangan, industri, keuangan, dan investasi. Hubungan Mekkah dan Jakarta diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kedua pihak.

“MoU ini juga sejalan dengan program kerja sama perdagangan yang ditandatangani dalam kunjungan Raja Salman ke Indonesia,” ujarnya.

Kedua belah pihak menyepakati bahwa MoU yang telah ditandatangani diharapkan dapat segera terealisasi melalui pertukaran informasi, keahlian, dan sumber daya, serta misi dan pameran dagang.

Sebagai langkah awal, Kadin Mekkah mengundang pengusaha Indonesia untuk melakukan kunjungan bisnis ke Mekkah dan menawarkan kepada pengusaha Indonesia untuk melakukan pameran dagang di Ruang Pamer Kadin Mekkah yang dapat menampung kurang lebih 100 ruang display produk dagang.

Kadin Mekkah juga menghargai peran KJRI Jeddah dalam menjembatani kepentingan ekonomi yang telah terjalin selama ini.

KJRI Jeddah menyambut baik langkah awal Kadin Mekkah dan menjanjikan akan mengundang beberapa pengusaha Indonesia yang akan hadir di ajang Saudi, Food, Hotel and Hospitality (SFHH), yang dilaksanakan pada minggu terakhir April 2017, untuk melakukan kunjungan dan pameran promosi di Kadin Mekkah.

Langkah awal ini diharapkan dapat memicu lebih banyak lagi pengusaha dari kedua belah pihak untuk melakukan kunjungan dan transaksi dagang. Masih bepikir Mekkah hanya haji dan umrah? (dna/dtc)

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Loading...