Deliserdang (Pewarta.co)-Perlintasan penghubung antar desa di Jalan Duku Raya, Desa Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, kembali memakan korban.
Kali ini, sebuah mobil yang biasa digunakan mengangkut uang dari Bank untuk disalurkan ke mesin-mesin ATM terguling dan nyaris terjun ke aliran sungai Tembung pada Jum’at (21/3/2025) sekira pukul 03.15 WIB.
Berdasarkan informasi di lokasi kejadian, tergulingnya mobil jenis Grand Max hitam pelat B 9716 PCU ini diduga karena jalanan yang semakin menyempit dan mengecil pasca longsor akibat tergerus aliran sungai yang berjarak sekitar 4 meter dari jalan beraspal tersebut.
Akibatnya, mobil hitam tertutup itu terbalik dan berhenti tepat di tepian sungai yang dalam. Beruntung dalam peristiwa itu tak memakan korban jiwa, namun supir dan penumpang mobil terlihat cukup syok dan terkejut.
Menurut keterangan warga, awalnya ada dua unit mobil serupa yang melintasi Jalan Duku Raya pada malam kejadian.
“Mobil itu beriringan. Mobil pertama melintas aman, nah yang dibelakang itu yang terbalik,” kata Bik Mis, sapaan pemilik warung di lokasi kejadian.
Terbaliknya mobil pengangkut uang itu juga membuat Paino, pemilik bengkel terkejut.
“Suaranya sampek kedengaran dari dalam rumah,” bilang pemilik bengkel motor yang akrab disapa Wak No.
Meski selamat dan tidak mengalami luka, supir dan penumpang di sebelahnya terlihat masih terguncang. Mereka tak menyangka jalanan yang ditempuh untuk mempercepat tujuan malah menjadi kendala.
“Kami dari Laud Dendang, tujuannya mau ke Tembung, maksudnya dari sini supaya cepat sampai, kami nggak tau kalau jalan ini begini,” ujar sang supir.
Dia mengakui bahwa mobil mereka memang yang biasa digunakan mengangkut uang untuk disalurkan ke ATM.
“Tapi ini kami gak bawa uang, kami tadi baru memperbaiki ATM. Kami ini vendor bang, saya yang jadi supirnya dan teman saya itu di sebelah saya,” aku pria bertubuh gempal ini dengan wajah lesu.
Mengetahui mobil itu kecelakaan, beberapa rekan mereka berdatangan. Sekitar 6 mobil serupa pun berada di lokasi. Mereka juga dikawal pihak polisi dan TNI.
“Saya tadi diinfokan, padahal lagi pas lagi tiduran, makanya hanya pakai sendal begini,” kata Arif, yang mengaku TNI bertugas sebagai Babinsa Koramil Sunggal dan sebagai pengaman yang dipekerjakan.
Dikatakannya bahwa mobil yang mengalami kecelakaan adalah milik perusahaan PT SSI (PT Swadharma Sarana Informatika).
“Mereka berdua (korban dan penumpang mobil yang terbalik) karyawan SSI, kalau saya TNI yang diperbantukan/pekerjakan sebagai pengaman,” jelasnya.
Selanjutnya, mobil derek pun datang. Sekitar lebih dari 2 jam, petugas mobil derek yang terlihat berpengalaman dan mahir, mampun menyiasati mobil untuk do derek dari lubang hingga ke aspal jalan.
Longsornya tanah yang menyebabkan kerusakan badan J Duku Raya, Dusun XVII, Desa Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang sudah terjadi sekitar satu tahun lamanya.
Namun, hingga hari perbaikan belum juga dikerjakan. Bahkan selama kerusakan jalan ini, banyak pengendara yang menjadi korban. Media juga sudah berulang kali memberitakan dan melakukan konfirmasi ke pihak terkait, namun tak kunjung ditindaklanjuti oleh Pemkab Deli Serdang, BWS, dan lainnya.
“Saya aja yang melihat langsung pengendara mobil jatuh, pengendara kreta (sepeda motor) terjungkal sampai berdarah-darah sudah banyak. Heran juga, padahal sudah bolak-balik di Survei datang ke sini dari Pemkab Deliserdang, tapi nggak diperbaiki,” celetuk Mis pemilik warung di lokasi, diamini beberapa warga di sana.
Situasi jalan yang cukup para ini, membuat warga merasa kalau respon pemerintah terhadap keluhan masyarakat sangat lambat, bahkan terkadang sengaja ‘tutup mata dan tutup telinga’.
Pesimis warga akan pemerintah ditambah dengan maraknya korupsi di instansi-instansi pemerintahan.
“Soalnya sudah lama sekali jalan dan longsor ini nggak di perbaiki. Lama kelamaan longsornya bisa ke rumah warga. Lihat lah aspal itu sudah retak sampai ke badan jalan. Gaktau lagi lah kalau sampai sekarang pemerintah nggak mau memperbaikinya,” ketus warga di situ.
Pun begitu, masih banyak masyarakat di sana yang tidak punya pilihan lain kepada bantuan pemerintah dalam perbaikan akses jalan longsor tersebut. Mereka lebih menaruh harapan, kiranya pemimpin yang berwenang dalam mengatasi hal tersebut masih memiliki hati dan rasa takut kepada Allah SWT sehingga sebagai pejabat yang berwenang dan telah disumpah mau dengan ikhlas menindaklanjuti keluhan masyarakat. (Red)