oleh

JR Saragih Dipecat Dari Demokrat, Ini Penjelasan Amir Syamsuddin

Medan (pewarta.co) – Sudah jatuh tertimpa tangga, kalimat itu tampaknya cocok disematkan pada kader Partai Demokrat Jopinus Ramli (JR) Saragih. Setelah gagal maju Pilgub Sumut dan jadi tersangka pemalsuan dokumen, kini Saragih dipecat dari Demokrat.

Loading...

Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Amir Syamsudin mengatakan dalam kode etik partainya memang harus mencopot kader yang menjadi tersangka. Hal itu merespon berita JR Saragih dicopot sementara dari jabatannya sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Utara.

“Jadi begini, itu memang di dalam kode etik kita ya, itu kalau ada kader yang berstatus sebagai tersangka itu memang standarnya begitu, diberhentikan,” kata Amir saat dihubungi, Kamis (22/3/2018).

Dikutip dari merdeka.com, mantan Menteri Hukum dan HAM ini pun menegasakan pencopotan semacam itu tidak hanya berlaku untuk Saragih. Tetapi juga setiap kadernya.

“Jadi tidak secara khusus itu kepada Saudara JR Saragih. Ini kan Gakkumdu Sumatera Utara itu kan sudah menetapkan dia sebagai tersangka dan ancamannya itu cukup tinggi, di atas lima tahun,” ungkapnya.

Sekarang, jabatan JR Saragih digantikan dengan sosok Pelaksana Tugas (Plt). Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Agus Hermanto berharap pimpinan baru DPD Demokrat bisa lebih baik dan fokus menjalankan tugas-tugasnya.

“Sehingga semuanya menjadi lebih terselesaikan dengan pemikiran yang jauh lebih fokus. Tidak yang dicampuri urusan-urusan kepartaian tentunya saat ini kan sudah memasuki tahun politik, sudah memasuki kesibukan yang cukup tinggi,” ucapnya.

“Sehingga yang terbaik adalah itu, beliau sekarang tidak menjabat ketua DPD kembali dan lebih fokus untuk urusan hal-hal yang ditersangkakan beliau,” tandasnya.(red)

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Loading...