oleh

Wara Sinuhaji : Sudah saatnya Medan dipimpin Suku Karo

-Politik-183 views

Medan (Pewarta.co)-Sudah saatnya Kota Medan dipimpin Wali Kota dari etnis Suku Karo.

Loading...

Sebab, Kota Medan dulunya didirikan oleh Guru Patimpus Sembiring Pelawi dan kemudian dari sebuah desa berkembang menjadi pusat perkotaan.

Hal tersebut dikatakan Akademisi Sosial Politik dari Universitas Sumatera Utara (USU), Drs Wara Sinuhaji Mhum, Selasa, (6/8/2019).

“Dan dari dulu, tidak pernah kita lihat orang Karo menjadi Wali Kota Medan. Padahal kita sama-sama tahu, yang mendirikan kota Medan adalah Guru Patimpus Sembiring Pelawi pada tahun 1950.

Ini harusnya menjadi cemeti bagi orang Karo dan sudah saatnya orang Karo muncul jadi calon Wali Kota Medan untuk bertarung pada Pilkada 2020,” ujar Wara didampingi Ketua Presidium KAMKA 93 (Keluarga Besar Muslim Karo 93) H Hasan Sebayang SE dan Sekjen KAMKA H Ir Tambah Karo-Karo di Medan.

Dijelaskan Wara, dengan penduduk Kota Medan yang heterogen, kita dorong dan cari siapa kira-kira tokoh-tokoh Karo yang punya kapasitas, kapabilitas untuk diajukan menjadi kandidat Wali Kota Medan pada 2020 yang akan datang.

“Orang Karo perlu maju sebagai calon Wali Kota karena harkat dan jati diri masyarakat Karo sebagai pendiri Kota Medan. Karena sejak berdiri Kota Medan ini sampai sekarang tidak pernah muncul tokoh Karo dan tidak berani mencalonkan diri. Bila tercapai target jadi Wali Kota Medan, maka ini mengangkat harkat dan martabat orang Karo sebagai pendiri Kota Medan,” jelasnya sembari mengatakan dirinya mendengar wacana Sidarta Pelawi yang berdomisili di Jakarta dan disebut sebagai cucu dan keturunan Guru Patimpus akan maju sebagai calon Wali Kota Medan.

Karena itu, kata Wara, orang Karo harus mendukung pencalonan tersebut.

“Kita harus apresiasi dan dukung rencananya tersebut untuk maju. Dan kita harapkan akan muncul juga nama-nama tokoh karo lainnya. Tapi dalam berpolitik ini, kita tidak boleh terlalu ngotot, kalau tidak jadi Wali Kota, wakilnya pun jadilah,” kata Wara.

Tujuan politik memang untuk cari kekuasaan.

Dalam berpolitik ada target maksimal dan minimal. Untuk menjadi calon saja belum pernah kita lihat orang Karo muncul di Kota Medan.

Dikatakan Wara, dari segi skill dan kemampuan mungkin banyak tetapi dalam kontek politik kita yang masih butuh duit dan materi memiliki peran penting dalam berkompetisi.

Artinya calon itu selain punya skil , juga harus punya uang untuk modal bertempur dalam pilkada sekarang ini.

“Kalau tidak ada uang jangan harap. Biaya operasional untuk ikut ditahap awal saja sekitaran Rp25 miliar. Tapi, saya yakin banyak orang Karo yang mampu, tapi masih malu-malu dan sungkan. Orang Karo sifatnya low profil, rendah hati dan rendah diri. Kepada para politisi Karo diimbau supaya mencari figur orang Karo menjadi Wali Kota Medan. Kalau boleh dikawinkan calon wali kota Medan dari Karo dan Melayu atau Melayu- Karo,” katanya lagi.

Dijelaskan Wara, suku Karo itu nasionalis dan berfikirnya rasional, cepat beradaptasi dengan kelompok mana pun dan tidak eksklusif, tapi terbuka dan cocok dengan semua suku dan agama. Sehingga kelak Kota Medan lebih cepat majunya. (ril)

Facebook Comments
Loading...