oleh

Kasatres Narkoba Polres Sergai Sampaikan Bahaya Narkotika

Medan (Pewarta.co)-Kasatres Narkoba Polres Serdangabedagai (Sergai), AKP Martualesi Sitepu SH MH sampaikan bahaya narkotika kepada aparatur kecamatan di wilayahnya.

Loading...

Bahaya narkotika tersebut disampaikan orang nomor satu di Satres Narkoba Polres Sergai itu dalam acara bimbingan dan peyuluhan (Binluh) bahaya narkotika yang dilaksanakan di Aula Kantor Camat Perbaungan, Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 3 Simpang Tiga Pekan Perbaungan, Jumat, (10/5/2019).

“Bahwa peredaran narkoba saat ini cukup marak. Di mana para pengguna narkoba tidak melihat jenis kelamin, umur, pekerjaan maupun status sosial. Karena itu, hampir menyeluruh warga lapisan masyarakat menjadi pengguna narkoba sekarang ini. Pengertian narkoba menurut UU Nomor 35 tahun 2009 adalah markotika dan obat atau bahan berbahaya yang berasal dari tanaman ataupun bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan menghilangkan, menurunkan tingkat kesadaran,brasa nyeri dan membuat ketergantungan. Sedang Kemenkes RI menyebutkan dengan istilah Narkotika, Physikotropika dan Zat adiktif lainnya (NAPZA),” ujar AKP Martualesi Sitepu.

Lanjut dijelaskan mantan Kapolsek Kutalimbaru ini, peredaran narkoba membuat resah, khawatir akan generasi penerus kita di masa yang akan datang.

“Jika sekarang ini saya, bapak/ibu dan anak kita masih terhindar dari penyalahgunaan narkoba kita patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Tetapi adakah yang dapat menjamin besok lusa atau masa yang akan datang generasi penerus kita dapat terhindar dari narkoba? Jawabnya pasti tidak ada kalau kita tidak peduli dengan keadaan sekarang ini,” jelasnya dengan nada tanya.

Untuk Kabupaten Serdangbedagai, Martualesi menerangkan, daerahnya berbatasan dengan laut yang merupakan pintu masuk oleh kartel narkoba sehingga di beberapa tempat di Kabupaten Sergai ada perkampungan narkoba.

“Dari hasil pemetaan yang kami lakukan untuk daerah perbaungan ada kampung Tempel yang sudah lama menjadi basis peredaran narkoba. Sehingga itulah menjadi salah satu kami hadir memberikan binluh hari ini. Mari kita bangun sinergitas sehingga menumbuhkan komitmetmen bersama dalam pemberantasan narkoba di kampung tempel,” terangnya.

Selain itu, mantan Kanit Reskrim Polsek Medan Kota ini menyenutkan, Kampung Tempel, menjadi skala prioritas dalam penegakan hukum.

“Yang kami lakukan sekarang ini tetapi ada satu permasalahan sosial yang terjadi di sana yaitu menjual narkoba dilakukan sebagai upaya memenuhi kebutuhan hidup, di mana sebelumnya banyak warga di kampung Tempel bergantung hidup dengan berjualan di kereta api. Tapi untuk sekarang ini mereka sudah dilarang, sehingga dengan adanya bansos agar pemerintahan kecamatan Perbuangan turun ke lapangan untuk memastikan apakah warga di sana sudah terdaftar program Dinsos tersebut,” sebutnya.

Oleh karena itu, mantan Wakapolsek Medan Barat ini mengimbau apabila ada warga atau anggota keluarga kita menjadi pecandu narkoba silahkan laporkan kepada kepolisian, BNN ataupun aparatur desa.

“Hal ini adalah amanah pasal 54, 55 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika di mana ketika dilaporkan menjadi kewajiban pemerintah hadir untuk memfasilitasi rehabilitasi medis dan sosial,” imbaunya.

Pada kesemptan tersebut, salah seorang peserta Binluh menanyakan bahwa apa yang menjadi penyebab sabu-sabu masih tetap masuk dan diedarkan di negara Indonesia.

Menanggapi hal itu, dengan lugas AKP Martualesi Sitepu menjawab bahwa Kartel narkoba melihat bangsa kita menjadi tempat perdaran narkoba yang menggiurkan karena banyak pengguna narkoba.

“Sehingga segala cara dilakukan untuk bisa memasarkan barang haram narkoba. Harapannya dengan peran aktif kita semua memberikan edukasi kepada masyarakat akan bahaya penggunaan narkotika diharapkan nantinya para pengguna narkotika sadar sehingga ke depan semakin sedikit orang orang menjadi pecandu narkotika dan diharapkan negara kita bisa bebas dari penyalahgunaan narkotika,” pungkasnya. (rks)

Facebook Comments
Loading...