oleh

Waka Poldasu Minta Masyarakat Berikan Kesejukan Untuk Kedamaian

Medan (pewarta.co) – Waka Polda Sumut, Brigjen Pol Drs Agus Andrianto, SH menilai perlunya kepedulian dan dukungan semua pihak untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Loading...

“Paling tidak (maksudnya kebersamaan) sudah memberikan kontribusi kesejukan bagi masyarakat,” ujar Waka Polda Sumut, Brigjen Pol Drs Agus Andrianto, SH, Selasa (18/7/2017) malam.

Bagi Waka Polda Sumut, kerukunan antarumat beragama salah satu kunci kesuksesan dan kedamaian suatu daerah. Karena itu, diperlukan peran serta semua pihak untuk memberikan kesejukan bagi Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Menurut dia, jika situasi suatu dareah atau negara dalam situasi dan kacau, maka kondisi kehidupan masyarakat juga akan tidak baik. Kesejukan dan kedamaian dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat itu sendiri.

“Seperti ikan dalam kolam, kalau terus bergolak kan ikannya pada mabuk. Tapi kalau kita tenang, mudah-mudahan apa yang kita cita-cita itu bisa tercapai,” ucap mantan Direktur Reskrim Polda Sumut tersebut.

Pandangan positif itu disampaikan Waka Polda Sumut, Brigjen Pol Drs Agus Andrianto, SH ketika menerima kunjungan rombongan Ketua Pengajian Majelis Taklim Halimah Indonesia, Hj Bunda Indah didampingi Ustadz Zulfikar di rumah dinasnya Jalan Imam Bonjol Medan, Selasa (18/7/2017) malam.

Jenderal bintang satu tersebut mengucap syukur dan terima kasih atas kehadiran dan kepedulian rombongan pengajian tersebut datang ke kediamannya.

“Saya bersyukur dan terima kasih atas kehadiran semua orang di sini. Ini menunjukkan sebuah kontribusi untuk menciptakan dan menjaga situasi kamtibmas,” ucap Agus.

Sementara, Hj Bunda Indah mengaku kagum dengan sosok Waka Polda Sumut, Brigjen Pol Drs Agus Andrianto, karena bersahaja, dingin dan tidak pernah menunjukkan sikap sebagai orang ‘besar’.

Dia menyebut silaturahmi dengan Waka Polda Sumut, Brigjen Pol Drs Agus Andrianto, SH akan menguatkan persatuan dan kesatuan. Seorang pemimpin bisa berkomunikasi langsung dengan rakyatnya.

“Ini yang saya suka dari beliau (Waka Polda Sumut, Brigjen Pol Drs Agus Andrianto, SH) tidak pernah memperlihatkan jabatannya, selalu merendah. Saking merendahnya, beliau menyebut dirinya sampah,” kata Hj Bunda Indah.

Menurut dia, untuk menyatukan masyarakat Sumut yang multi etnis dan suku ini perlu pemimpin yang tulus dan ikhlas, memikirkan kepentingan rakyatnya untuk maju. Kesejukan dan kedamaian tetap menjadi kunci kesejahteraan dan keberhasilan.

“Dalam sillaturahmi singkat ini, beliau telah mengajarkan kita semua yang hadir di sini untuk perubahan mental dan akhlak. Tidak berbeda kata-kata dengan perbuatannya, memiliki karakter sederhana, rendah hati. Jadikanlah dia seorang Kapolda,” ucap Hj Bunda Indah. (DA)

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Loading...