oleh

Terlibat Judi Online, Karyawan Travel Gelapkan Uang Perusahaan Rp60 Juta

Medan (pewarta.co) – Polsek Delitua menangkap karyawan travel yang dituduh menggelapkan uang perusahaan dalam penyergapan di kediamannya Desa Rumah Sumbul Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (25/5/2017).

Loading...

Tersangka RAT (29), menggelapkan uang PT Efata Indonesia Tour Travel sebesar Rp 60 juta. Kini, tersangka meringkuk di balik jeruji besi.

Kapolsek Delitua, Kompol Wira Prayatna kepada wartawan, Jumat (26/5/2017) mengatakan, kasus penggelapan tersebut dilaporkan pemilik PT Efata Indonesia Tour Travel Jalan Jamin Ginting Km 7,5 No 161/164 Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, Heriawan G Manik, warga Jalan Jamin Ginting.

Korban mengaku, sekitar dua tahun lalu, tersangka diterima bekerja di perusahaannya. Awalnya, tersangka diperkerjakan sebagai tiketing (bertugas melayani penjualan tiket di kantor).

“Oktober 2015 tersangka ditunjuk perusahaan untuk menangani penjualan tiket ke coorporate (ATKP dan Dinas Perdagangan), dan sejak saat itu sampai dengan akhir tahun 2016, tidak ada permasalahan pembayaran dari coorporate,” jelas Wira.

Namun, sambung Wira, sejak Januari 2017,  tersangka mulai tidak menyetorkan beberapa uang pembayaran tiket yang dipesan coorporate tersebut.

“Jika ditanya pimpinan perusahaan, tersangka selalu membuat alasan dana belum cair,” terangnya.

Aksi penggelapan itu dilakukan tersangka hingga Mei 2017. Kejahatan tersangka terungkap setelah tunggakan pembayaran dari coorporate semakin besar.

Pimpinan perusahaan memutuskan untuk menghentikan kerjasama dengan coorporate dan meminta untuk melunasi semua tunggakan pembayaran.

“Sebenarnya coorporate tidak pernah menunggak pembayaran, melainkan tersangka yang tidak menyetorkan uang tiket dari coorporate kepada kasir. Akibat peristiwa tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp60.281.950.

Kasus ini kemudian dilaporkan korban ke Polsek Delitua. Dari penyelidikan, tersangka berhasil ditangkap dari kediamannya. Tersangka mengaku uang perusahaan habis digunakan untuk main judi online.

“Saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan,” kata Wira menambahkan. Tersangka dijerat pasal penggelapan dalam jabatan dengan ancaman 5 tahun penjara. (red)

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Loading...