oleh

Spesialis Jambret 32 Kali Beraksi Ditembak, Polda Sumut Imbau Korban Melapor

Medan (pewarta.co) – Subdit III/Jahtanras Direktorat (Dit) Reskrimum Poldasu, mengimbau kepada para korban pencurian dengan kekerasan (curas/jambret) yang telah berhasil ditangkap untuk segera datang membuat laporan polisi.

Loading...

Sebab, dua tersangka eksekutor, M Khadafi alias Dafi (26) warga Jalan Bandar Setia Kecamatan Medan Tembung dan M Ilham Thareq Kemal Nasution alias Ilham (29), warga Jalan Gurilla Kelurahan Sei Kera, Kecamatan Medan Perjuangan mengaku sudah 32 kali beraksi di kota Medan dan sekitarnya.

“Kami (Poldasu) mengimbau kepada masyarakat yang telah menjadi korban pencurian atau jambret untuk datang malapor ke Poldasu, dan menandai apakah benar mereka (tersangka) ini pelakunya,” ujar Kasubdit III/Jahtanras Dit Reskrimum Polda Sumut, AKBP Faisal F Napitupulu, Selasa (25/7/2017) sore.

Faisal menjelaskan, dalam proses penangkapan, kedua pelaku yang merupakan residivis kambuhan ini melakukan perlawanan hingga terpaksa diberikan tindakan tegas terukur (ditembak, red) ke kaki mereka.

“Tersangka ini merupakan residivis. Si Dafi ini sudah 2 kali masuk penjara dengan kasus yang sama. Dalam 2 bulan ini, mereka sudah beraksi di 32 TKP,” sebut Faisal.

Berangkat dari situ, sambung Faisal, pihaknya melakukan pengembangan terhadap komplotan lainnya. Petugas kembali mengamankan Eko Dirwansyah Hutagalung (27) warga Jalan Bersama Letda Sujono Gang Swadaya Kecamatan Medan Tembung selaku penadah hasil kejahatan kedua eksekutor tersebut.

“Dari hasil pengembangan kita mengamankan Eko yang berperan sebagai penadah. Kita juga masih melakukan pengembangan terhadap komplotan-komplotan jaringan pelaku,” katanya.

Umumnya, kata Faisal, para korban merupakan warga keturunan Tionghoa.

“Korbannya kebanyakan warga Tionghoa. Terakhir mereka main, dapat Rp7 juta yang mereka bagi-bagi,” kata Faisal.

Dafi dan Ilham harus saling papah agar bisa berjalan, karena kaki mereka tertembus timah panas.

Petugas menemukan sejumlah barang bukti, satu unit sepeda motor Honda Vario nomor polisi BK 3144 AGD, satu tas merk Prada, tiga kartu kredit atas nama Audreya, satu ATM atas nama Audreya, satu unit handphone (HP) Samsung Galaxy hitam dan sejumlah barang bukti lainnya.

Atas perbuatannya para pelaku terancam dikenakan Pasal 365 KUHPidana tentang Pencurian dengan Kekerasan (curas) dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. (DA)

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Loading...