oleh

Setelah Cabuli Anak Sendiri, Cucu Bawah Umur Jadi Korban Selanjutnya

-Hukum, Sumut-80 views

Tapsel (Pewarta.co) – AR Warga Desa Gapuk Tua, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan telah menggarap “Lahan” putri kandungnya (sebut saja Nur). Kecewa hingga membuahkan hasil seorang “Anak”. Kasus yang terjadi di tahun 2010 tersebut membuat AR menahankan hidup di penjara.

AR yang baru bebas dari hukumannya kembali mau menggarap ” Lahan” cucunya sebut saja (Derita). AR mengajak cucunya, Derita masuk kamar. Dikamar tersebut AR mempraktekkan adegan seperti adegan di Situs “Porno Tube”. Melihat adegan tersebut dan kakeknya sudah mulai “hot” dan ingin Action, tiba tiba Derita berdiri dan menendang perut kakeknya. Melihat kakeknya tersungkur, Derita keluar dari sekapan kakeknya dikamar dan berlari keluar. Kejadian yang terjadi Jumat (10/5/2019), sekira pukul 22.30 WIB tersebut dilaporkan keluarga korban ke Polres Tapsel. Berdasarkan laporan tersebut Satreskrim Polres Tapsel mengamankan AR dan akhirnya dia berurusan dengan hukum yang sekarang sedang diproses di Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) .

Loading...

Kapolres Tapsel AKBP Irwa Zaini Adib,SIK melalui Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan AKP Antonius Alexander, Minggu (12/5/2019) membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, kasus pencabulan ini, terjadi pada Jumat (10/5/2019) sekira pukul 22.30 WIB. Dimana AR melakukan aksinya diawali dengan oral seks terhadap Derita yang masih dibawah umur. Pas saat tersangka ingin melakukan aksi bejatnya lebih jauh lagi dengan melakukan hubungan layaknya suami istri. Seketika itu juga Derita menendang perut tersangka dan dia lari meninggalkan tersangka.

Kasat Reskrim mengatakan, AR atas perbuatannya dijerat Pasal 82 ayat 1, 2, 3. Undang-Undang RI No.17 Tahun 2016, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

“AR pernah ditangkap oleh Sat Reskrim Polres Tapanuli Selatan pada tahun 2010 yang lalu. Tersangka tega menggarap putri kandungnya sendiri hingga hamil. Namun bayinya meninggal dunia,” Ujar Kasat. (red)

Facebook Comments
Loading...