oleh

Sekuriti PT ANJ Agri Siais Tapsel Takut Terjadi Lagi Penyerangan Oleh Masyarakat.

Tapsel (Pewarta.co) – Sejumlah Sekuriti perusahaan PT.ANJ Agri Siais,yang berlokasi di wilayah hukum Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan mengaku masih merasa tidak aman dan khawatir terulang lagi kejadian bentrok warga dan petugas sekuriti di Komplek PT ANJ Agri Siais, Janji Matogu, Pardomuan, Angkola Selatan, Tapanuli Selatan (Tapsel) seperti kejadian Minggu (28/4/2019) .

Ketakutan dan rasa kecewa mereka tersebut karena meski sudah membuat laporan ke aparat keamanan oleh para korban atas peristiwa bentrok tersebut, namun menangkap para terduga pelaku belum juga membuahkan hasil.

Loading...

“Saksi dan alat bukti sudah jelas, olah TKP juga sudah dilakukan. Tapi belum ada penindakan yang tegas,” tukas beberapa petugas yang menjadi korban penyerangan.

“Kami khawatirkan ada tindakan-tindakan yang tidak diinginkan nantinya,” Ujar A .Siregar, salah satu petugas sekuriti perusahaan tersebut.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sejumlah warga dan petugas sekuriti terlibat bentrok di komplek perkebunan PT ANJ (Austindo Nusantara Jaya) Agri Siais di Dusun Janji Matogu, Pardomuan, Angkola Selatan, Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, Minggu (28/4/2019) malam hingga Senin (29/4/2019) dini hari.

Akibat kejadian tersebut, satu pos jaga pintu masuk ke perusahaan, dua unit sepeda motor dan tiga petugas Sekuriti PT ANJ mengalami luka-luka.

Humas PT ANJ Agri Siais Ridwan Lubis mengatakan, kejadian tersebut spontan terjadi, saat puluhan massa yang diduga merupakan warga sekitar mendatangi pos jaga di pintu masuk perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit ini Minggu (28/4/2019) sekitar pukul 23.00 WIB.

Kedatangan massa tersebut, Ridwan menduga dipicu persoalan adanya salah seorang warga yang ditangkap pihak sekuriti karena kedapatan mencuri buah sawit di perkebunan milik perusahaan. Massa diduga merasa keberatan atas penangkapan tersebut, apalagi tidak ada koordinasi antar pihak perusahaan dengan masyarakat.

”Warga tersebut kita tangkap karena mencuri, lalu kita bawa dan serahkan ke Polres Tapanuli Selatan. Mungkin itulah pemicu terjadinya kejadian ini,” ungkap Gomez.

“Kalau kejadian penangkapan itu sebenarnya sudah lama dan sudah ditangani pihak kepolisia,” Ujar Ridwan.

Akibat kejadian tersebut beberspa orang Security mengalami luka-luka dibagian wajah akibat terkena lemparan batu dan serpihan kaca. Pos jaga rusak, kaca pecah, meja dibakar,dua unit sepeda motor milik perusahaan rusak parah, serta satu unit mobil retak kaca depan akibat dilempar warga.

Camat Angkola Selatan Zamhir, juga membenarkan adanya kejadian tersebut dan Zamhir yakin tidak akan terjadi serangan kembali ke perusahaan.

Sementara itu, pihak Kepolisian Resor Tapanuli Selatan melalui Kassubag Humas Iptu Alpian Sitepu membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengaku, korban pihak perusahaan sudah membuat pengaduan.

“Pihak perusahaan sudah membuat pengaduan dan sudah kita terima. Soal kondisi saat ini, saya belum monitor, ” Ujar Alpian. (rts/red)

 

Facebook Comments
Loading...