oleh

Sat Narkoba Polrestabes Medan Ungkap Peredaran Sabu Jaringan Internasional, Seorang Pengedar Tewas Ditembak

Medan (pewarta.co) -Gebrakan Satuan Narkoba Polrestabes Medan pimpinan Medan, Kombes Pol. DR H. Dadang Hartanto, SH, SIK, MSi dan Kasat Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo, SH, SIK, MH dalam membabat habis segala bentuk narkoba patut diacungkan jempol.

Loading...

Betapa tidak, dalam waktu hanya hitungan hari berhasil mengungkap sindikat pengedar narkoba Medan-Aceh-Malaysia, menyusul ditangkapnya 7 tersangka.

Dalam pengungkapan itu, satu orang tersangka pengedar berinisial MN (45) tewas akibat ditembak polisi karena melakukan perlawanan saat hendak disergap di Jalan Medan-Binjai Km 15 Desa Diski Kecamatan Sunggal, Jumat (30/3/2018) kemarin.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol DR H. Dadang Hartanto, SH, SIK, MSi didampingi Kasat Narkoba AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo, SH, SIK, MH kepada wartawan, Sabtu (31/3/2018) menjelaskan pengungkapan dimulai pada bulan Januari 2018 silam.

Saat itu, polisi mengamankan 2 tersangka pengedar sabu yakni AD (26) dan G (50) di Jalan Cikditiro Medan Polonia, dengan sabu sebanyak 500 gram. Selanjutnya polisi yang melakukan pengembangan, pada 11 Februari membekuk 2 orang ibu rumah tangga asal Aceh, MN (39) dan AH (64) di Jalan Peringgan Gang Nenek Desa Helvetia Kecamatan Sunggal, dengan sabu seberat 1 kilogram.

Tak berhenti sampai disitu, polisi yang melakukan pengembangan pada tanggal 22 Februari kemudian membekuk tersangka AR (25) di Jalan Ampera II Kelurahan Sei Sikambing Kecamatan Medan Helvetia, dengan barang bukti sabu 2 kilogram.

Diejaskan Dadang, dari hasil interogasi, pihaknya kembali mengamankan 2 orang IRT asal Aceh, yakni NT (33) dan LT (35) di Loket Bus Pelangi Jalan SM Raja Medan Amplas, Kamis (29/3/2018).

“Narkoba ini masuk dari Malaysia, dan para tersangka yang diamankan satu rangkaian, narkoba ini akan diedarkan di Jakarta,” kata pria lulusan terbaik Sespimti 2017 itu.

Dijelaskannya, satu orang tersangka MN (45) warga asal Jalan TA Kelurahan Nangka Kecamatan Binjai Utara, meninggal dunia setelah diserang timah panas, lantaran melawan saat disergap.

“Barang bukti keseluruhan yang diamankan sabu sebanyak 5,5 kilogram,” tandas pria yang dikenal sangat dekat dengan anggota dan masyarakat itu. (red)

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Loading...