oleh

Reses II/2018 Anggota DPRD Kota Medan, Godfried Pastikan Sintua Mendapatkan Honor

Medan (Pewarta.co) – Anggota DPRD Kota Medan, Drs Godfried Effendi Lubis, MM mengatakan para Sintua (Penatua Gereja) di Kota Medan akan menerima honor dari Pemerintah Kota Medan. Namun, penerima honor ini adalah Sintua yang merupakan warga Kota Medan, karena anggaran honor tersebut berasal dari APBD Kota Medan.

Loading...

Hal ini dikatakan Godfried saat menjawab aspirasi warga di acara Reses II Tahun 2018 Anggota DPRD Kota Medan yang digelarnya di Halaman Gereja AMIN Jemaat Marendal Medan Jalan Swadaya, Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas, Selasa (3/6/2018) yang dihadiri perwakilan SKPD di jajaran Pemko Medan, aparatur pemerintah setempat dan ratusan warga sekitar.

“Sintua yang merupakan warga Kota Medan dan memiliki KTP Medan akan mendapat honor dari Pemko Medan,” kata Godfried.

Sebelumnya, salah seorang warga Jalan Sumber Amal, S Gea mempertanyakan masalah honor Sintua tersebut. Pasalnya, pihaknya mendapatkan kabar bahwa tidak semua Sintua dibayarkan honornya, padahal pihaknya sudah membuat pengajuan honor untuk 20 Sintua kepada Departemen Agama Kota Medan. “Kita berharap semua Sintua yang diajukan dapat direalisasikan honornya,” sebut Ghea.

Diterangkan Godfried, pemberian honor Sintua tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian Pemko Medan untuk pihak Gereja yang berada di Kota Medan. Namun, lanjut politisi Gerindra Kota Medan ini, karena dananya dari APBD Kota Medan, maka hanya Sintua yang memiliki KTP Medan yang mendapat honor tersebut.

Dalam acara reses ini juga kembali mencuat sejumlah masalah di wilayah Kelurahan Harjosari II, khususnya persoalan sampah dan kemacetan jalan. Seperti dikeluhkan salah seorang warga yang menyebut di kelurahan tersebut tidak ada tempat sampah, akibatnya sering ada tumpukan sampah di pinggir jalan. Kondisi ini dirasakan sangat mengganggu warga, karena selain tidak enak dilihat, juga menimbulkan aroma tidak sedap dan dikhawatirkan dampaknya mengganggu kesehatan. Begitu juga masalah kemacetan jalan yang kerap terjadi di kelurahan tersebut.

Untuk persoalan sampah, Godfried menyebutkan akan mengkoordinasikannya kepada SKPD terkait agar segera disediakan tempat sampah di Kelurahan Harjosari II.

Sedangkan untuk masalah jalan macet, Godfried mengakui di wilayah Medan Amplas sering terjadi kemacetan. Namun untuk mengatasinya harus ada koordinasi antara Pemko Medan dan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang yang ruas jalannya langsung berbatasan. “Jadi, untuk mengatasi kemacetan ini harus ada pembicaraan dari pihak Pemko Medan dan Pemerintah Deli Serdang. Bahkan juga pihak Provinsi dan pusat, karena ada 3 jenis jalan di wilayah Medan Amplas yakni jalan kota, jalan provinsi dan jalan negara. Saya akan sampaikan hal ini kepada Pemko Medan untuk segera ditindaklanjuti,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Godfried juga meminta agar seluruh warga menikah secara catatan sipil. “Termasuk umat Nasrani supaya tetap melaksanakan pernikahan secara catatan sipil agar anak-anak tidak ada kesulitan di kemudian hari, khususnya dalam masalah administrasi kependudukan. (Dik/red)

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Loading...