oleh

Poldasu Tangkap Enam Mucikari dan 13 PSK

Medan (pewarta.co) – Subdit III/Jahtanras dan Subdit IV/Renakta Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut, meringkus enam mucikari yang mengeksploitasi belasan wanita sebagai Pekerja Seks Komersil (PSK), Jumat (26/5/2017) dinihari.

Loading...

Seorang di antara mucikari, Irwan mempromosikan tiga wanita kepada pria hidung belang memalui aplikasi Whattsapp di Medan.

Penangkapan itu dilakukan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1438 Hijriah dengan menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) di sejumlah tempat yang menjadi target.

Direktur Reskrimum Poldasu, Kombes Pol Nurfallah menyebutkan, tersangka Irwan ini telah menjalankan usaha perdagangan orang (human trafficking) tersebut sudah hampir setahun. Bisnis haram itu digelutinya atas permintaan seorang wanita yang dikenal tersangka berinisial Fr.

“Menurut pengakuan Irwan, setelah Fr berhasil mengenalkan dengan pria hidung belang, maka dua teman lainnya berinisial PD dan J juga minta dipromosikan oleh Irwan,” jelas Nurfallah kepada wartawan.

Prostitusi online ini terungkap setelah petugas menyaru sebagai pemesan wanita melakukan transaksi melalui Irwan. Setelah sepakat bertemu di suatu tempat, petugas langsung menangkap Irwan dan mengamankan tiga wanita yang dijajakannya.

“Irwan ini kita tangkap saat petugas melakukan undercover buy (penyamaran). Tersangka diketahui mempromosikan wanita-wanitanya melalu aplikasi Whatsapp,” terang Kasubdit III/Jahtanras Dit Reskrimum Polda Sumut, AKBP Faisal Napitupulu.

Sementara, Irwan menyebut tiga wanita yang dipromosikannya memiliki profesi berbeda, seperti Sales Promotion Girl (SPG) dan Model Freelance.

Selain mengungkap seorang mucikari prostitusi online, petugas Subdit IV/Reknata Dit Reskrimum Poldasu juga melakukan penyisiran di daerah Bandar Baru, Deli Serdang.

Hasilnya, diamankan 10 PSK WTS dan lima orang yang berperan sebagai germo.

Nurfallah mengatakan, setelah melakukan operasi, selanjutnya mereka yang tertangkap langsung dibawa ke Markas Polda Sumut untuk dilakukan pemeriksaan.

“Setelah diperiksa penyidik, lima orang yang berperan sebagai germo ditetapkan sebagai tersangka,” kata Nurfallah, Jumat.

Atas perbuatannya, keenam mucikari termasuk Irwan terancam dikenakan Pasal 296 KUHP, yaitu memberikan keluasaan atau kemudahan seseorang dalam rangka prostitusi.

Kasubdit IV/Reknata, AKBP Sandy Sinurat mengatakan, operasi yang mereka lakukan di kawasan Bandar Baru, Deliserdang didasari atas wilayah tersebut jarang tersentuh oleh petugas. Hingga akhirnya mereka berhasil menangkap 10 WTS dan lima orang mucikari.

“Sudah banyak laporan dari masyarakat. Belum pernah dilakukan penindakan hukum di sana (Bandar Baru),” sebutnya. (red)

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Loading...