oleh

Poldasu Musnahkan Barang Bukti Narkoba, 11.000 Ekstasi, 30 Kg Sabu dan 446 Ganja

Medan (pewarta.co) – Polda Sumut berkomitmen terus memberantas narkoba. Komitmen itu dinyatakan lewat pernyataan Kapolda Sumut yang akan bersih bersih ke dalam serta menindak tegas bandar dan jaringan sindikat narkoba.

Loading...

“Pemberantasan narkoba menjadi salah satu prioritas kami. Kami komitmen bersih-bersih ke dalam untuk membenahi internal, sekalian memberantas para bandar. Kami akan tindak tegas para bandar,” tegas Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw usai memaparkan seluruh barang bukti narkoba sitaan yang akan dimusnahkan.

Pemusnahan dilakukan di pelataran Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut, Rabu (19/7/2017). Barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari sitaan dua lembaga yakni Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Poldasu dan tangkapan Polres Langkat.

Dari Dit Resnarkoba ditangani 40 kasus dengan 74 tersangka diamankan. Disita barang bukti sebanyak 30,5 kg sabu-sabu dan 9.615 butir pil ekstasi.

Sementara dari Polres Langkat ditangani lima kasus dengan enam orang tersangka diamankan, dan disita barang bukti berupa 6,2 kg sabu-sabu, 2000 butir pil ekstasi dan 446,2 kg ganja kering. Total yang tangani 45 kasus dan 80 tersangka.

“Barang bukti ini ada yang jaringan dalam negeri. Ada juga dari luar negeri. Khususnya jaringan Malaysia. Lainnya masuk dari Aceh,” bebernya.

Namun barang bukti yang dimusnahkan tidak keseluruhan, karena sebagian disisihkan untuk uji forensik dan bahan laporan ke pengadilan.

“Sehingga barang bukti yang kita musnahkan hari ini sebanyak 29,6 kg sabu-sabu dan 9.433 butir pil ekstasi dan sebagian ganja,” terang Irjen Paulus.

Dengan jumlah narkoba sebanyak itu berhasil disita, terang Irjen Paulus, sedikitnya 216 ribu nyawa manusia terselamatkan. Karena itu, Paulus Waterpauw mengimbau masyarakat untuk bekerjasama dengan polisi.
“Berikanlah informasi yang baik tentang keberadaan pelaku perdagangan narkoba ini, supaya kami semakin berhasil mengungkapnya,” pintanya.
Dalam pemusnahan ini hadir Waka Poldasu Brigjen Pol Agus Andrianto, Irwasda Kombes Wahab Sahroni, Direktur Pengamanan Objek Vital Kombes Herry Subiansauri dan undangan lainnya.

Diduga Dilepas

Manajer tempat hiburan Freedom yang terletak di Jalan Kumango, Tongam Siregar yang tertangkap pada 21 Juni 2017 lalu karena mengantongi empat butir ekstasi tidak terlihat pada acara pemusnahan barang bukti narkoba tersebut. Dia diduga sudah dilepas.

Padahal, Direktur Resnarkoba Polda Sumut, Kombes Pol Edi Iswanto menyebutkan pemusnahan barang bukti berupa 35 Kg sabu, 11.433 ribu butir pil ekstasi dan 464,2 Kg ganja merupakan hasil pengungkapan kasus selama periode Maret-Juni 2017.

Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Sumut, AKBP Leo H Siagian yang menangani kasus tersebut mengaku ketidakhadiran Tongam Siregar dalam kegiataan pemusnahan barang bukti ini merupakan kesalahan panitia.

“Tanya ke panitia kenapa tidak dihadirkan,” kata Leo usai kegiatan.

Ia juga mengaku kasus Tongam Siregar yang ditangkap di tempat kerjanya karena tetap beroperasi saat bulan Ramadan tersebut masih terus diselidiki penyidik. “Masih lanjut kasusnya,” sebutnya. (DA)

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Loading...