Pj Gubsu Terima Penghargaan Pembina K3 dari Kemnaker

Pj Gubsu Terima Penghargaan Pembina K3 dari Kemnaker

Jakarta (pewarta.co) – Penjabat Gubernur Sumatera Utara (Pj Gubsu) Drs Eko Subowo MBA bersama dengan 14 gubernur dari seluruh provinsi di Indonesia menerima penghargaan Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dari Menteri Ketenagakerjaan Indonesia Muhammad Hanif Dhakiri SAg MSi yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI Hery Sudarmanto, di Hotel Bidakara Jakarta Selatan, Kamis malam (9/8/2018).


“Alhamdulilah, penghargaan ini merupakan sesuatu yang patut kita syukuri. Enam kali berturut-turut, Sumut dipercaya oleh pemerintah pusat untuk menerima penghargaan pembina K3. Sudah semestinya kita bangga, sekaligus kita jadikan ini motivasi untuk terus berbenah, meningkatkan, dan menjamin kesehatan dan keselamatan para pekerja kita di Sumut,” ujar Eko Subowo, saat ditemui usai menerima penghargaan.

Eko yang juga didampingi oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumut Herianto Butarbutar SE MSi menjelaskan bahwa Penghargaan sebagai Pembina K3 merupakan penghargaan yang diberikan Kemnaker kepada Gubernur yang telah dianggap berhasil melaksanakan program pembinaan K3 kepada perusahaan-perusahaan, sehingga memperoleh Penghargaan Kecelakaan Nihil dan Penghargaan Sistem Manajemen (SM) K3.

“Tentunya keberhasilan yang kita peroleh ini adalah berkat kerja keras dan kerja sama yang baik dari semua pihak. Misalnya, para pelaku usaha yang bersedia dan terus berusaha memenuhi standar K3, Disnaker yang secara terus menerus melakukan sosialisasi dan pengawasan, begitu pula dengan pihak lain yang terkait dengan masalah K3,” katanya.

Eko berharap prestasi ini bukan hanya bisa dipertahankan tetapi juga ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang. Kepada pengusaha di Sumut, Eko berpesan agar selalu peka dengan dinamika perubahan industri usaha yang bergerak kian cepat. Hal ini, kata Eko, tentu sangat mempengaruhi kondisi para pekerja.

“Bukan hanya kesehatan dan keselamatan fisik pekerja, tetapi perhatikan juga kesehatan mental pekerja kita. Jangan sampai pekerja kita merasa tertekan dan terpaksa saat bekerja, alhasil kerja tidak produktif output usaha pun tidak maksimal,” pesannya.


Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Indonesia Muhammad Hanif Dhakiri SAg MSi dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekjen Kemnaker RI Hery Sudarmanto menjelaskan arti penting pemberian penghargaan K3.

“Perekonomian nasional memiliki kaitan yang erat dengan ketenagakerjaan. Untuk menjamin pelaksanaan kepatuhan terhadap norma K3, pengawasan perlu terus menerus kita tingkatkan kepada para pelaku usaha. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kita pada pihak-pihak yang melakukan usaha dan pengawasan maksimal untuk mengaplikasikan K3,” terangnya.

Lebih lanjut, Hanif mengatakan bahwa upaya-upaya penerapan K3 telah banyak mengalami keberhasilan dan peningkatan. Hal ini dilihat dari meningkatnya nihil kecelakaan di perusahaan-perusahaan setiap tahun. Tahun ini, kata Hanif, ada sebanyak 952 perusahaan nihil kecelakaan. Jumlah ini meningkat sebesar 5,4 persen dari jumlah tahun sebelumnya sebanyak 901 perusahaan.

“Bagi perusahaan penerima penghargaan, saya ucapkan selamat telah berhasil menerapkan K3 dan SM K3 di lingkungan kerja masing-masing. Begitu pula dengan para gubernur, saya ucapkan penghargaan setinggi-tingginya karena telah mampu membina perusahaan-perusahaan di daerah masing-masing,” ucapnya.

Penyerahan Penghargaan K3 tertuang dalam Peraturan Menteri No.50 tahun 2012 tentang Pengadaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI Nomor 01 Tahun 2007 tentang Pedoman Pemberian Penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Kecelakaan Nihil, Sistem Manajemen K3, Pembina dan Pemerduli K3. Tahun ini, ada sebanyak 88 perusahaan Sumut yang meraih penghargaan K3.

Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PPK dan K3) Sugeng Priyanto SH MH, Wakil Gubernur DKI Jakarta H Sandiaga Salahuddin Uno BBA MBA dan para Gubernur provinsi atau yang mewakili, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Direktur Utama BPJS Kesehatan, para Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi, para perusahaan penerima penghargaan, dan organisasi/lembaga terkait K3. (red)

Facebook Comments

Related posts