oleh

Penggusuran PKL Sukaramai Dituding “Pilih Kasih” dan Hamburkan Uang Besar

-Hukum, Medan, Sumut-948 views

Medan (pewarta.co) – Tim gabungan Pemko Medan, PD. Pasar, Polresta, TNI dan unsur terkait lainnya menertibkan ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menggelarkan dagangannya di badan jalan AR Hakim persis depan Pasar Sukaramai Medan, Rabu (29/3/2017). Sementara kalangan pedagang menilai penertiban yang mengerahkan personal hingga 500 orang itu terkesan menghambur-hamburkan uang karena yang ditertibkan hanya PKL di depan pasar Sukaramai saja.

Loading...

Menurut informasi pedagang dan pantauan dilapangan, kedatangan petugas yang tiba-tiba itu mengejutkan para PKL yang saat itu menggelarkan dagangan melakukan transaksi jual-beli dengan konsumen.

“Situasi pada saat itu kacau balau banyak dagangan PKL yang rusak dan hilang. Sementara PKL lainnya puntang-panting menyelematkan barang dagangannya agar tidak hilang dan rusak diamankan petugas,” ungkap Ibu Naibaho pedagang sayuran yang setiap hari menggelarkan lapaknya di pinggiran badan jalan tersebut.

Dijelaskannya, jumlah petugas yang datang sangat banyak dan kenapa hanya PKL di depan Pasar Sukaramai saja yang disgusur sementara di sepanjang Jalan AR Hakim lainnya tidak digusur. Ada apa ini, sepertinya ada konspirasi tingkat tinggi  dan ini terkesan pilih kasih dan tebang pilih,” katanya yang diamini puluhan PKL lainnya.

“Kami sangat mendukung kalau kami secara keseluruhan di Tata. Tetapi janganlah penggusuran ini pilih kasih. Kami minta Bapak Walikota tidak membeda-bedakan ini dan kami berjualan bukan untuk mencari kaya tetapi karena sejengkal perut untuk memenuhi kebutuhan anak-anak sekolah dan ekonomi yang sulir ini,” pungkas para PKL itu sedih.

Kami juga melihat Bapak Camat Medan Area dan Muspida serta Kelurahan pilih kasih dalam menertibkan PKL, padahal kalau sore menjelang malam setiap hari para PKL dan penjual pakaian Monza, penjual sepatu, aksesoris, minyak wangi dan lainnya memenuhi jalan kiri-kanan badan Jalan AR Hakim dan menerima upeti dan pungutan liar (pungli) agar dapat dengan aman berjualan seperti yang selama ini terjadi.
“Ini perlu diusut kalau memang terbukti Pak Walikota mencopot Camat dan Lurah,” kata pedagang.

Kehadiran Tim Pemko Medan itu selain menertibkan PKL juga mengangkati lapak dan meja PKL yang terbuat dari kayu sehingga sampai sore hari terlihat kawasan yang sebelumnya macet setiap harinya itu terlihat mulai lancar kembali.

Dirut PD Pasar Drs Rusdi Sinuraya ketika dihubungi disela-sela penertiban PKL itu menyebutkan, kawasan Pasar Sukaramai Medan harus tertib dan para PKL tidak boleh mengganggu kepentingan umum. Sedang kepada pedagang Pasar Sukaramai yang menggelarkan dagangannya di luar harus masuk kembali ke dalam lokasi pasar.

Dirut PD Pasar itu juga menyebutkan, akibat keluarnya sebagian pedagang PasarSukaramai keluar ke badan jalan membuat omzet PD Pasar mengalami penurunan.

“Ratusan ribu omzet PD Pasar berkurang setiap minggunya karena menggelarkan dagangannya di luar,” pungkas Sinuraya didampingi Kepala pasar Sukaramai Medan Ir Diki Mandra.

Sedang Kasatpol PP M Sofyan menyebutkan, sebelum penertiban ini dilakukan, mereka telah tiga menyurati para PK5 agar tidak berjualan di badan Jalan AR Hakim. Namun surat peringatan itu tak ditanggapi, sehingga dilakukan penertiban.

Setelah tim gabungan melakukan penertiban,  jelas Sofyan, Dinas Kebersihan dan Pertamanan akan melakukan pembersihan material dari lapak-lapak pedagang maupun sampah-sampah sisa berjualan, termasuk sendimen  yang berada di pinggiran jalan.

“Insya Allah dengan pembersihan yang dilakukan ini, arus lalu-lintas yang melintasi kawasan ini kembali lancar,” ungkapnya.

Ketika disinggung mengenai pedagang Pasar Akik, Sofyan menjelaskan, Pemko Medan saat ini tengah mencari solusinya. Dimana, Jalan Akik akan dinormalisasikan kembali menjadi jalan umum, sedangkan para pedagang yang berjualan di tempat itu akan diupayakan untuk dicarikan lokasinya agar mereka tetap berjualan.

“Inilah yang tengah diupayakan Pemko Medan saat ini,” jelasnya. (erwan)

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Loading...