oleh

Penderita Hydrocepalus di Tapsel Butuh Bantuan

Tapanuli Selatan (pewarta.co) – Nur Sakinah Pasaribu, remaja berusia 14 tahun asal Desa Pasar Lama, Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut) hanya bisa terbaring lemah disaat teman-teman sebayanya asyik bermain. Pasalnya, anak ke 3 dari Purnama Siregar (52) ini mengidap hydrocepalus.

Loading...

Ibu Nur, Purnama mengaku sejak anaknya tersebut lahir, dirinya sudah melihat gejala pembesaran kepala di diri anaknya. Dimana, kala itu usia Nur masih menginjak 8 bulan.

“Waktu umurnya 8 bulan, sudah keliatan tanda-tandanya,” akunya.

Lebih lanjut, melihat kondisi anaknya tersebut Purnama pun menjadi panik. Namun karena ekonomi yang pas-pasan, Purnama pun tampak pasrah menghadapi cobaan ini.

“Sempat kita bawa ke rumah sakit. Namun karena gak ada biaya, makanya gak dilanjutkan berobatnya,” keluh Purnama.

Saat disinggung apakah dirinya sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah dalam hal ini Pemkab Tapsel untuk mengobati Nur, Purnama mengaku belum. Namun, dirinya pernah menerima bantuan dari beberapa pejabat Sumut.

“Dari Pemkab belum ada. Tapi dulu, sempat ada bantuan dari pejabat. Makanya sempat juga kita obati, tapi gak lama,” tungkasnya.

Kemudian, Purnama menambahkan, akibat derita yang dialami buah hatinya tersebut pemerintah Indonesia memberikan bantuan senilai Rp300 per bulan. Tapi, uang tersebut hanya bisa digunakannya untuk memperjuangkan kehidupan anaknya sehari-hari.

“Kami sekeluarga berharap, ada orang yang mau membantu untuk kesembuhan anak saya,” imbuhnya.

Amatan wartawan, Nur Sakinah Pasaribu remaja penderita hydrocepalus yang berada di Desa Pasar Lama, Kecamatan Batang Angkola hanya bisa terbaring lemah. Dirinya hanya dapat bergerak ke kiri dan kanan akibat pembesaran kepalanya. (red)

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Loading...