oleh

Penahanan Mujianto Ditangguhkan, Praktisi Hukum Ragukan Independensi Penyidik

Medan (pewarta.co) – Pasca dipulangkannya berkas perkara kasus penipuan dana proyek senilai Rp 3 miliar dengan tersangka Mujianto pada awal Februari 2018 lalu, hingga kini belum bisa dilengkapi penyidik Subdit II/Harda-Tahbang Ditreskrimum Polda Sumut.

Loading...

Menanggapi persoalan itu, praktisi hukum, Zulheri Sinaga, Selasa (6/3/2018) menyatakan, dalam mekanisme proses hukumnya berkas perkara kasus yang dikembalikan jaksa kepada penyidik polisi untuk dilengkapi seharusnya sudah dilimpahkan kembali setidaknya kurang dari 14 hari setelah dipulangkan.

Menurut Zulheri, tak kunjung dilimpahkannya kembali berkas kasus yang dipulangkan justru memunculkan keraguan publik atas independensi polisi dalam proses hukum yang dilakukan karena adanya hal tertentu semisal hubungan baik antara tersangka dan pihak kepolisian.

“Karena saat berkas perkara itu dikembalikan kepada penyidik (P19), jaksa pasti telah memberikan petunjuk mengenai hal-hal yang perlu dilengkapi dalam berkas perkara yang sewajarnya dilimpahkan kembali kurang dari 14 hari setelah dikembalikan tersebut. Jika sampai saat ini belum ada wacana mengenai rencana pelimpahannya kembali, terlebih munculnya berbagai spekulasi dugaan tentang kedekatan tersangka dengan polisi dari beberapa program yang dijalankan Polda Sumut jelas menimbulkan keraguan publik termasuk saya pribadi menyangkut Independensi Polda Sumut dalam memproses hukum kasus tersebut,” sebutnya.

Dugaan adanya gratifikasi yang diterima Polda Sumut dari tersangka melalui pemberian bantuan pembangunan asrama yang disuarakan mahasiswa Aliansi Bem Nusantara juga penting didalami pihak yang berwenang seperti KPK.

“Meski sejauh ini masih sebatas informasi yang beredar dari tuntutan massa unjukrasa, tapi bisa saja KPK menindaklanjuti apabila mengetahui informasi itu. Masyarakat yang menduga adanya gratifikasi dalam hal itu tentu bisa melaporkannya ke KPK untuk didalami kebenarannya, tentu kita semua khawatir dugaan gratifikasi itu benar adanya,” pungkas Zulheri. (red)

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Loading...