Medan (pewarta.co) – Gerak perekonomian di beberapa daerah di Indonesia berlahan mulai menurun imbas adanya dua kasus Covid-19 di awal Maret 2020. Kota Medan termasuk kota yang mengalami deflasi berturut-turut sejak Maret lalu hingga Juli 2020, sebesar 0,21 Persen.
“Tidak hanya Medan, seluruh kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumatera Utara juga alami deflasi,” ungkap Kabid Statistik Distribusi BPS Sumut, Dinar Butar-Butar SE MSi, Senin (3/8/2020).
Disebutkannya, kota IHK itu diantaranya Sibolga sebesar 0,31 persen, Pematangsiantar sebesar 0,76 persen, Padangsidimpuan sebesar 0,25 persen dan Gunung Sitoli sebesar 0,01 persen. Dengan demikian, dari 5 kota IHK tersebut, Sumut pada Juli 2020 alami deflasi 0,25 persen,” ujarnya.
“Medan alami deflasi berturut-turut bahkan sejak Februari lalu, dan kondisi diperpanjang karena adanya Covid-19,” ujarnya.
Disebutkannya, bulan Maret Medan deflasi 0,19 persen, April deflasi 0,28 persen, Mei 0,43 persen, Juni 0,09 persen dan Juli 0,21 persen.
Sedangkan bulan Juli 2020, Medan tercatat deflasi 0,21 persen atau terjadi penurunan IHK dari 102,94 pada Juni 2020 menjadi 102,72 pada Juli 2020.
Dijelaskannya, deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,93 persen. Selanjutnya kelompok transportasi sebesar 1,60 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,04 persen.
Kelompok pengeluaran yang mengalami peningkatan indeks yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,64 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,11 persen, kelompok perlengkapan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,45 persen.
Ada juga kelompok kesehatan sebesar 0,10 persen, kelompok penyediaan makanan, minuman/restoran 0,94 persen, dan perawatan pribadi dan jasa sebesar 1,57 persen. Sementara kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya serta kelompok pendidikan tidak mengalami perubahan indeks.
“Untuk komoditas utama penyumbang deflasi selama Juli di Medan, yakni bawang merah. Selanjutnya angkutan udara, daging ayam ras, bawang putih, udang basah, sawi hijau, dan kelapa,” tuturnya.
Dari 24 kota IHK di Pulau Sumatera, 19 kota tercatat deflasi. Deflasi tertinggi di Pematang Siantar sebesar 0,76 persen dengan IHK sebesar 102,39 dan terendah di Gunung Sitoli sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar 103,29. (gusti/red)