oleh

Mahasiswa USM Indonesia Generasi Milenial Tak Lupakan Nilai Agama

Medan (pewarta.co) – Rektor Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia Dr Ivan Elisabeth Purba MKes mendorong mahasiswanya untuk menjadi generasi milenial yang islami.

“Jadilah generasi milenial islami, yang tidak melupakan nilai-nilai agama walau berada dalam jaman yang serba mudah dan cepat ini,” kata Ivan Elisabeth pada acara berbuka puasa bersama sivitas akademika USM Indonesia, kemarin di kampus Jalan Kapten Muslim Medan.

Loading...

Dengan acara keagamaan seperti berbuka puasa bertema ‘Become Islamic Millenial Generation’, menurut Ivan, dapat mengingatkan generasi muda tentang keharusan menjaga nilai-nilai agama dalam diri.

Dia menegaskan walaupun jaman sekarang identik dengan kemudahan segala hal, namun mahasiswa USM Indonesia tidak boleh melupakan nilai-nilai agamanya.

“Jaman sekarang generasi muda identik dengan generasi milenial. Walau demikian, jangan pernah tinggalkan agama,” tegasnya.

Dijelaskannya, nilai-nilai agama atau nilai-nilai spriritual tersebut termasuk dalam Core Values (nilai-nilai dasar) universitas yang juga memiliki motto Cerdas Berkarakter.

“Berdasarkan motto universitas, mahasiswa USM Indonesia harus berkarakter dan menjadi generasi milenial islam di jaman milenial ini,” tegasnya.

Ditambahkannya, dengan adanya acara berbuka puasa bersama seperti ini, mahasiswa memahami bagaimana sama-sama menjalankan ibadah agama, dan bagaimana menjadi generasi yang cerdas.

“Tidak sekedar ikuti jaman milenial, tapi tahu perkembangan pengetahuan, memiliki sikap intelektualisme sama seperti yang dimaksud dalam Core Values Universitas,” tuturnya.

Seperti diketahui, USM Indonesia didirikan dengan nilai-nilai dasar (Core Values) Spriritualisme, Intelektualisme, Profesionalisme, Nasionalisme dan Globalisme. Nilai-nilai inilah yang mendasari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dibidang pendidikan di USM-Indonesia. Penerapan nilai-nilai dasar ini dalam pendidikan diharapkan mampu mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia dalam menciptakan manusia seutuhnya. Bukan hanya memiliki intelektualitas, akan tetapi kreatif, inovatif, mempunyai jiwa kewirausahaan, berbudaya, berkarakter, serta cinta terhadap bangsa dan negara.

“Dalam kegiatan pembelajaran pun kita mengupayakan agar semua mata kuliah yang kita ajarkan mengandung unsur spritualisme. Dengan begitu mahasiswa tidak hanya unggul dalam bidang intelektual namun akhlaknya juga berkembang,” kata Ivan.

Acara berbuka puasa itu juga dihadiri puluhan anak yatim di sekitar kampus yang diundang yayasan dan universitas.

Selain mengundang anak yatim, rangkaian acara berbuka puasa juga menandai penutupan Ramadan Fair yang digelar sejak 20 Mei 2019 di halaman kampus.

Ivan menyebutkan, kegiatan itu melibatkan masyarakat yang diisi beberapa perlombaan untuk anak-anak di sekitar lingkungan kampus. Ada lomba azan, lomba baca ayat pendek, dan fashion show busana muslim.

Menurut Ivan, kegiatan kampus melibatkan masyarakat sekitar menunjukkan perguruan tinggi jangan jadi menara gading. Namun harus bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya.

“Tiap tahun kita buat Ramadan Fair dengan melibatkan masyarakat setempat. Semua senang karena bulan berkah Ramadan,” ujarnya.

Buka puasa Keluarga Besar USM Indonesia itu juga dihadiri Ketua Yayasan Sari Mutiara Parlindungan Purba SH MM. Anggota DPD RI ini juga mengharuskan mahasiswa USM Indonesia menjadi generasi yang cerdas, pintar, berpengetahuan namun tidak melupakan nilai-nilai agamanya.

Parlindungan Purba pada kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar Sari Mutiara Indonesia atas dukungannya pada Pemilu 2019 ini. Kendati tidak terpilih lagi sebagai anggota DPD RI untuk periode berikutnya, menurutnya tidak harus membuat dirinya patah semangat. Menurutnya bakti pada bangsa dan negara tidak semata karena memegang sebuah jabatan. (gusti)

Facebook Comments
Loading...