oleh

Honor Tak Dibayar, Mantan Dokter RS Martha Friska Mengadu ke DPRD Medan

-Medan, Nasional, Sumut-1.028 views

Medan (Pewarta.co)
Pihak Management Rumah Sakit (RS) Martha Friska Pulo Brayan diadukan ke DPRD Kota Medan oleh lima dokter yang pernah bekerja di rumah sakit tersebut.
Pasalnya, sudah setahun honor para dokter ini selama bekerja di RS Martha Friska Pulo Brayan belum juga dibayar sampai sekarang.

Loading...

Kedatangan lima dokter itu, yakni, dr Okti Trihandini, Denny Rifsal Siregar, dr Dudi Aldinasyah, Dr Balqis Tora dan dr Khairil Amin diterima Sekretaris Fraksi PPP, Irsal Fikri S Sos di ruang kerjanya, Senin (30/7/2018).

Kepada Irsal Fikri, salah seorang dokter spesialis, Denny Rifsal Siregar dan dr Okti Trihandini mengungkapkan jika honor mereka tidak dibayar oleh pihak RS Martha Friska Pulo Brayan sejak Mei 2017 hingga Mei 2018.

“Jumlah honor tersebut untuk tiap dokter bervariasi, mencakup honor jasa medis, pasien umum, BPJS serta asuransi,” jelas Denny sembari menaksir jumlah honor yang belum dibayar mencapai ratusan juta rupiah.

Mengenai hal tersebut, diakui Denny bahwa dirinya bersama sejumlah dokter spesialis lainnya sudah berulang kali mempertanyakannya kepada pihak manajemen RS Martha Friska.

Namun, pihak manajemen RS Martha Friska menyebutkan bahwa honor yang belum dibayarkan ke para dokter spesialis dikarenakan pihak rumah sakit kesulitan dana, serta belum adanya pelunasan klaim dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

“Kami sudah berulangkali mempertanyakan honor kami. Tapi, tetap saja hingga kini honor kami belum dibayar mereka (Martha Friska-red),” keluhnya.

Senada, juga disampaikan dr Okti Trihandini. Dikatakannya, pihaknya sebelum melaporkan hal itu ke DPRD Medan, sejumlah rekannya juga telah melakukan somasi ke manajemen RS Martha Friska Pulo Brayan.

“Sudah ada rekan kami yang melakukan somasi ke manajemen Martha Friska Pulo Brayan. Namun, jawaban mereka selalu meminta kami menunggu tanpa ada kepastian hingga sampai kapan kami menunggu,” ujarnya.

Menyikapi keluhan para dokter, Irsal Fikri yang juga anggota Komisi B ini mempertanyakan kepada pihak RS Martha Friska dan BPJS Kesehatan Medan yang hadir dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dilaksanakan Komisi B dengan 10 rumah sakit, salah satunya RS Martha Friska, Senin (30/7/2018) di ruang Banggar DPRD Medan.

Apa sebenarnya yang menjadi alasan pihak RS Martha Frsika belum juga membayar honor para dokter. Irsal juga mempertanyakan kepada BPJS Kesehatan apakah memang benar belum membayar klaim seperti pengakuan pihak RS Martha Friska kepada para dokter.

Menyahuti persoalan yang menimpa para dokter itu, Kabid Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan dr Asnila Dewi Harahap mengaku jika BPJS Kesehatan sudah membayar klaim kepada RS Martha Friska April 2018, untuk klaim Mei masih dalam proses verifikasi. Sementara klaim Juni dan Juli belum diajukan ke BPJS Kesehatan.

“Masalah klaim ini, tergantung kepada pengajuan rumah sakit. Pada prinsipnya untuk pembayaran klaim adalah 15 hari dibayarkan sejak rumah sakit mengajukan. Jika ada keterlambatan maka sesuai regulasi BPJS Kesehatan akan membayar denda sebesar 1 persen. Dan perlu menjadi catatan di BPJS Kesehatan, bahwa keterlambatan di BPJS Kesehatan tidak pernah lebih satu bulan. Kalau pun ada, hanya satu bulan saja. Jadi jika seandainya ada penundaaan pembayaran jasa medis lebih dari satu bulan, berbulan-bulan, bahkan setahun, saya tidak tahu lagi masalahnya di mana,” jelasnya.

Sementara pihak RS Martha Friska yang hadir dalam RDP tidak memberikan jawaban terkait persoalan yang memberil para dokter. (Dik/red)

Facebook Comments
Loading...