oleh

Gelar Reses II, Landen Marbun Resmikan Sumur Bor

Medan (Pewarta.co) – Dalam pelaksanaan program Reses II Tahun 2018 Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Hanura, Landen Marbun SH yang digelar di Gang Padi Jalan Kawat III Lingkungan 18 Kel Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Senin (16/7/2018) sore sejumlah persoalan yang terjadi di masyarakat mencuat, khususnya masalah infrastruktur. Reses ini juga diwarnai dengan peresmian pemakaian sumur bor untuk masyarakat Tanjung Mulia yang kesulitan mendapat air bersih.

Loading...

Seperti kondisi Jalan Kawat 3 yang dikeluhkan warga sudah lama mengalami kerusakan parah. “Kami sangat berharap ada perbaikan Jalan Kawat 3 yang kondisinya sudah lama rusak parah. Kami warga sangat disulitkan dengan kondisi ini, mohon perhatian Pemko Medan,” cetus salah seorang warga yang menghadiri acara reses.” keluh salah seorang warga peserta reses.

Begitu juga ketiadaan lampu jalan atau LPJU di wilayah tersebut. Sehingga meresahkan warga terutama pada malam hari karena gelap gulita. Akhirnya warga berinisiatif memasang lampu jalan dengan modal sendiri.

Menanggapi ini, Landen Marbun mengakui masih adanya persoalan-persoalan infrastruktur di Kota Medan.

“Anggaran untuk infrastruktur dan drainase di PU Bina Marga pada tahun anggaran 2017 Rp 1 triliun lebih. Apakah semua jalan di Medan sudah bagus? Tentu belum, masih banyak yang “kriting” atau kupak-kapik, pemko melakukan pembangunan dengan memakai skala prioritas. Karena jalan-jalan kota di 21 Kecamatan sangat panjang,” kata Landen.

Menurut Ketua Fraksi Hanura DPRD Kota Medan dan Ketua DPD GAMKI Sumut ini, setiap pembahasan anggaran, dewan tetap memasukkan aspirasi rakyat lewat reses, kemudian disertakan juga pada pembahasan di musrenbang. “Tapi kami tetap komitmen untuk membuat skala prioritas pembangunan yang konkrit dan seluruh kawasan di Medan terbangun. Tapi kalau ada pembangunan mohonlah kepada masyarakat sama-sama menjaganya, material jangan dicuri dan drainase jangan dibuat tumpat,” tuturnya.

Kehadiran sumur bor tersebut kata Anggota Komisi D DPRD Medan ini adalah bentuk peduli kasih dari pihak Surya Kebenaran Internasional (YSKI) yang sudah membangun 8 sumur bor untuk masyarakat Medan Utara yang berhasil dirangkul Landen Marbun demi kesehatan masyarakat. Kawasan Medan Utara krisis air bersih, khususnya Medan Belawan, untuk itu dia merangkul YSKI, hasilnya 8 sumur bor air bersih siap minum bisa dibangun.

Turut hadir dalam acara itu Pembina YSKI DR RE Nainggolan, Drg Annita, Ketua Sumatera Berdoa JA Ferdinandus, dr Horas Rajagukguk SpB, aparatur pemerintahan setempat dan ratusan masyarakat sekitar. Sebelum reses dan peresmian sumur bor, YSKI melaksanakan bakti sosial dengan pemberian makanan pendamping bagi balita dan ibu hamil serta membagikan buku tulis kepada anak-anak sekolah.

Pembina YSKI yang juga Ketua Umum DPP Nusantara For Jokowi (N4J) DR RE Nainggolan mengatakan, sebagai pemimpin maupun anggota dewan harus peduli kepada rakyat tertutama warga kurang mampu. Selain itu, wakil rakyat juga harus sosok pribadi yang rendah hati, karena dia dituntut mampu memenuhi janji-janjinya sekecil apapun janji itu.

“Masyarakat Medan Utara krisis air bersih, YSKI yang dirangkul Landen Marbun sudah menghadirkan 8 unit sumur bor untuk kebutuhan air minum,” pungkasnya. (Dik/red)

Facebook Comments
Loading...