oleh

Dewan Prihatin Maraknya Pelecehan Seksual Terhadap Anak

Medan (Pewarta.co) – Anggota DPRD Kota Medan, H. Zulkarnain Yusuf Nasution mengaku prihatin dengan maraknya kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur belakangan ini. Menurutnya, tindakan tersebut dapat mengakibatkan gangguan psikologis, baik jangka pendek maupun jangka panjang terhadap para korbannya.

Karenanya, anggota Komisi A yang membidangi masalah hukum ini meminta pihak kepolisian segera mungkin mencegah tindakan tak terpuji itu dengan menanggapi setiap pengaduan yang masuk terkait pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. ”Pihak kepolisian sesegera mungkin mengambil tindakan agar korbannya tidak bertambah lagi,” ujar Zulkarnain kepada wartawan, Rabu (20/2/2019) di DPRD Medan.

Loading...

Diketahui, baru-baru ini saja sudah ada 7 kasus pelecehan anak di bawah umur yang terjadi di beberapa daerah di Kota Medan.

”Jadi, ini memang permasalahan yang harus kita cegah secepatnya. Jika ada pengaduan anak yang mengarah ke pornografi agar segera di tindaklanjuti,” tegasnya.

Politisi PAN Kota Medan ini juga mengimbau untuk orang tua yang memiliki anak kecil agar tetap memantau dan mengawasi aktivitas anaknya dan jangan terlalu memberi kepercayaan terhadap orang lain yang tidak dikenal dekat psikologi dan kejiwaannya meski sesibuk apapun pekerjaannya.

”Untuk para orang tua, agar memperhatikan pergaulan anak-anaknya itu, supaya terkontrol dimana saja tempat bermainnya. Begitu juga bila mau menitipkan anak di tempat penitipan anak, harus dilihat bagaimana gerak-gerik dan kebiasaan orang yang mau menjaganya,” jelasnya.

Tambahnya, ia juga meminta pihak berwajib agar benar-benar menangani pengaduan kasus pelecehan seksual terhadap anak lebih komprehensif, agar korbannya tidak bertambah banyak.

” Kita mintakan aparat Kepolisian, mengusut tuntas kasus-kasus pelecehan seksual terhadap anak yang dilaporkan para korban, dan memberikan hukuman berat, agar ini dapat memberi efek jera kepada para pelaku pencabulan. Untuk keluarga korban pencabulan agar juga meminta pendampingan dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sumatera Utara (PPKB Provsu),” pungkasnya. (Dik/red)

Facebook Comments
Loading...