oleh

Demi Kenyamanan, Ibu Laporkan Anaknya ke Polisi

Padangsidimpuan (Pewarta.co) – DAH (19) terpaksa dilaporkan ibu kandungnya ke aparat kepolisian karena tindakan pria tersebut dinilai orangtuanya sudah meresahkan.

Menurut DAH berinisial ZS (56),dalam laporannya DAH terus minta uang padanya untuk membeli lem, jika tidak dipenuhi, sang anak kerap marah hingga terkadang juga memukul.

Loading...

Merasa tak kuat dengan kelakuan anaknya, ZS melaporkan hal ini ke Polres Padangsidimpuan. Saat melapor, warga Kelurahan Wek 1 Kota Padangsidimpuan ini didampingi Yayasan Burangir.

”Awalnya, ada laporan seorang ibu rumah tangga pada kami yang mengatakan ada aktivitas mencurigakan yang dilakukan anaknya sendiri. Setelah mendengar laporan itu, petugas piket langsung bertindak,” kata Kasat Sabhara Polres Padangsidimpuan AKP Rudi Siregar.

Selanjutnya, lanjut Rudi, pihaknya bersama ibu kandung DAH bersama Yayasan Burangir mendatangi dan menjemput terlapor di rumahnya. Tiba di sana, rombongan menemukan terlapor (DAH) yang diduga sedang asyik “ngelem” di kamar mandi, sehingga terlapor tidak sadar kalau polisi sudah berada disampingnya.

Pada saat itu, DAH dan barang bukti berupa tempat dan sisa lem yang ditemukan di sana dibawa ke Polres Padangsidimpuan untuk dilakukan pemeriksaan dan DAH dimintai keterangan dan dilakukan pembinaan.

“Setelah di kantor, DAH mengakui seluruh perbuatannya tersebut dan mengaku menyesal,” kata Rudi.

Pada pertemuan itu, polisi melakukan mediasi terhadap masalah tersebut. Di hadapan polisi, DAH pun meminta maaf kepada ibunya serta berjanji tidak akan mengulanginya lagi dikemudian hari.

Dalam mediasi tersebut, sebelum DAH dikembalikan kepada keluarganya dibuatkan surat perjanjian. “Saya menilai kasus ini hanya kenakalan saja. Karena itu, DAH kita kembalikan kepada orangtuanya untuk mendapatkan pembinaan.

Rudi mengharapkan, agar kasus serupa tak terjadi, ia mengimbau kepada para orangtua untuk mengawasi secara ketat aktivitas anak-anaknya.

“Tujuannya agar mereka tidak terjerumus dalam pergaulan yang salah, aktifkan anak dalam hal pelajaran agama,” pungkasnya.

Sementara itu, Divisi Advokasi Yayasan Burangir, Juli Herniatman Zega berharap hal ini menjadi perhatian serius pemerintah dalam mengantisipasi anak maupun remaja agar jangan sampai terjerumus ke hal-hal negatif seperti kecanduan lem.

“Baru baru ini kita dikagetkan dengan peristiwa seorang anak tega membunuh ibunya hanya gara-gara tidak diberikan uang membeli bensin untuk dihirup. Jangan hal itu sampai terjadi kepada masyarakat kota Padangsidimpuan,” terang Juli. ( rts/red)

Facebook Comments
Loading...