oleh

Bupati Terpilih Diminta Perhatikan Situs Sejarah Batubara

-Sumut-425 views

Batubara, (pewarta.co)-Bupati Batubara terpilih, Ir Zahir MAP diminta untuk memperhatikan situs sejarah di Kabupaten tersebut agar tetap terjaga.

Loading...

Permintaan tersebut disampaikan oleh sejumlah sesepuh masyarakat Desa Kwala Gunung, Kecamatan Datuk Lima Puluh antara lain Sofyan D, Ismail dan Satiman Bawok.

Mereka meminta Ir Zahir MAP selaku Bupati terpilih dapat memperhatikan kondisi Keramat Kubah Batubara.

Itu dimaksudkan agar situs sejarah tersebut dapat lebih terawat.

Menurut Sofyan D, lahan Keramat kubah yang luasnya mencapai satu hektar itu sebaiknya tidak dimanfaatkan dengan mendirikan bangunan fisik, melainkan cukup ditanami pohon-pohon pelindung.

Tujuannya agar dataran tinggi kubah tidak terkikis dan lokasinya bisa menjadi lebih sejuk.

“Kalau di sekitar lahan itu teduh dan sejuk, maka akan disenangi sehingga bisa menjadi objek atau tempat persinggahan masyarakat,” katanya.

Senada dengan Ismail dan Bawok, Ismail juga sangat setuju dengan apa yang disampaikan  oleh kedua sesepuh Kabupaten batubara itu.

“Ide itu sangat tepat. Bila tempat itu ramai pengunjung maka akan berdampak pula bagi perekonomian masyarakat termasuk dapat menambah Pandapatan Asli Daerah (PAD) Pemkab Batubara,” sebut Ismail.

Mendapat Petunjuk

Tidak cuma Ismail dan Bawok, ide penanaman pohon-pohon pelindung di lokasi lahan tersebut juga mendapat dukungan dari juru kunci Keramat Kubah, M Yakob (65).

Menurut Yakob, bukan maksudnya menduakan Tuhan, namun sekitar tiga bulan lalu ia mendapat petunjuk bahwa khusus untuk lokasi kubah tidak diperbolehkan membakar sampah dedaunan, tidak mendirikan bangunan serta tidak menjadikan lokasi itu sebagai tempat bermain kecuali bagi yang ingin berziarah di makan kubah.

“Dalam petunjuk itu, jika itu terus dilakukan maka diyakini pohon-pohon besar di kubah satu persatu akan mati dan tumbang,” katanya.

Disebutkannya, petunjuk itu sepertinya sudah menunjukkan tanda-tanda.

Sebab, belakangan ini beberapa pohon besar di kubah itu mati dan tumbang.

“Padahal sebelum tempat tersebut dipugar, pohon-pohon yang sudah berumur ratusan tahun tetap utuh,” sebutnya.

Kalau di sekitar lahan kubah ditanami pohon-pohon pelindung, kata dia itu lebih baik.

“Namun khusus di dataran tinggi sebaiknya dilakukan pemagaran agar kubah bisa lebih terjaga,” tandasnya. (ril/rks)

Facebook Comments
Loading...