oleh

Bangunan Cafe Runtuh, Komisi D Akan Panggil Dinas Terkait

Medan (Pewarta.co) – Paska ambruknya bangunan cafe berbentuk rumah toko (ruko) di Jalan Ring Road, Kecamatan Medan Sunggal, Senin (8/4/19), Komisi D DPRD Kota Medan menggelar sidak ke lokasi bekas bangunan tersebut, Selasa (9/4/19). Sidak tersebut dipimpin langsung Ketua Komisi D, Abdul Rani didampingi dewan Komisi D lainnya Parlaungan Simangunsong dan Ahmad Arif.

Setiba di lokasi, para wakil rakyat tersebut langsung memantau kondisi sebuah rumah warga yang turut tertimpa material bangunan ruko tujuh pintu tersebut. Keduanya pun heran mengetahui antara bangunan ruko dengan rumah milik warga bernama Torganda Manurung tidak ada jarak.

Loading...

“Padahal sudah kita atur Perda, agar setiap bangunan itu punya jarak atau spasi 1,5 meter, tapi pas dilihat di sini tampaknya gak ada jaraknya lagi,” ujar Parlaungan sembari melihat dua kamar dan dapur yang ikut roboh.

Amatan wartawan di lokasi, rumah milik Torganda Manurung disusupi abu tebal dari reruntuhan bangunan. Keluarga Torganda pun mengaku belum akan membersihkannya sebelum tim dari pihak berwajib dan Pemko Medan menganalisis bangunan.

Parlaungan pun menyampaikan kasus nahas seperti ini jangan sampai terulang kembali. Untuk itu Komisi D DPRD Kota Medan berencana memanggil instansi yang layak bertanggung atas kasus tersebut.

Keterangan Parlaungan ditimpali Abdul Rani. Komisi D DPRD Medan akan memanggil Kadis Perizinan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Kadis PKP2R, Camat Medan Sunggal dan Lurah Medan Sunggal.

“Kita buat Rapat Dengar Pendapat (RDP) saja dengan para pihak, termasuk meminta keluarga Pak Manurung hadir agar dibahas di sana. Kita jadwalkan Selasa 16 April 2019 mendatang,” ujarnya.

“Kasus seperti ini gak boleh terjadi lagi, kita akan minta setiap proses konstruksi bangunan bertingkat di Medan ini diawasi, dinas terkait harus mengawasi terus perizinannya” katanya.

Menurut Rani setiap adanya konstruksi bangunan, dinas terkait harus ikut mengawasi. Termasuk merobohkan sendiri dengan sengaja. “Semua ada aturannya,” tambahnya

Pemilik rumah T Manurung berharap adanya kepedulian pemerintah Kota Medan lantaran beberapa bagian rumahnya ikut roboh. Apalagi keluhnya, sampai saat ini belum ada pihak pemilik ruko dan pemko yang membantu perawatan anaknya yang menjadi korban.

“Ada luka di kepala dan punggungnya. Saya minta pemerintah peduli lah dengan apa yang kami alami ini,” ujarnya dengan nada bergetar, menceritakan kondisi anaknya Febri Manurung (16) yang menjadi korban

Ia juga menjelaskan bahwa dalam masa konstruksi, pihak pengawas ataupun pemilik ruko belum meminta izin kepada dirinya sebagai tetangga. Kesannya, pemilik ruko tidak peduli dengan kebisingan yang dialaminya selama ini.

“Selama dibangun itu bising sekali. Gak bisa tidur kami. Malam pun ada saja suara,” tukasnya. (Dik/red)

Facebook Comments
Loading...