oleh

Adukan Pelaku Dugaan Korban Pencabulan Cucu Tiri

Medan (pewarta.co) – Kantor Kepala Desa Sunggal Kanan, pada Minggu (25/11/2018) dipenuhi puluhan emak emak warga Jalan Setia Makmur, Sunggal Kanan.

Kedatangan mereka untuk mengadukan NS ( 77) pelaku yang mencabuli cucu tirinya S (5) yang masih berkeliaran di lingkungan mereka alias belum ditangkap aparat penegak hukum.

Loading...

“Kita takut. Apa kita biarkan predator anak berkeliaran di sekitar kita?,” kata seorang warga, Fitri (40) dihadapan aparat desa.

Pada saat yang sama,  NS tiba di lokasi dan berjalan di tengah kerumunan massa yang mengecamnya sambil melambaikan tangan ke arah warga.

“Percaya diri pula dia melambaikan tangan ke arah kami. Dia sempat bilang sama kami tadi, ‘aku kan sudah berdamai dengan korban, lalu apa lagi,” kata seorang ibu lainnya, Teti, kepada wartawan.

Tak berapa lama kemudian, personel Bhabimkamtibmas dan Babinsa Polsek Sunggal datang menenangkan massa dan mengajak seluruh warga untuk berembuk di dalam ruang rapat kantor Kades.

Hasilnya, pihak pemerintah desa bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa berjanji akan mempelajari kasus tersebut dan meminta kepada warga untuk bersabar.

“Dari kemarin-kemarin, kami sudah mengeluhkan kasus ini sama kades, tetapi enggak ada solusinya. Kami ingin pelaku ditangkap,” kata Tri Handayani, seorang ibu-ibu yang juga masih ada ikatan keluarga dari korban pencabulan.

Laporan tersebut dibuat untuk membuat jera pelaku.  Selain itu, tri menjelaskan pelaku harus ditangkap karena mereka khawatir anak mereka nanti menjadi korban.

Tri mengungkapkan, pencabulan yang dilakukan NS terjadi, pada Minggu (4/11/2018) lalu. Di mana NS mencabuli S (5)  yang tinggal di rumah pelaku di Jalan Setia Makmur, Dusun II, Desa Sunggal Kanan, Deli Serdang.

Kelakuan bejat NS terungkap beberapa hari setelah NS mencabuli korban. Saat itu S dibawa pulang ibunya, yang tak lain anak tiri pelaku ke rumah mereka di daerah Stabat. Saat buang air kecil, S menangis dan mengeluh merasa sakit di bagian kemaluannya.

Curiga, ibu S langsung menginterogasi putrinya itu. S pun mengaku alat kelaminnya pernah diobok-obok kakek tirinya itu.

“Pihak keluarga kemudian berembuk dan kasus pelaku diselesaikan secara kekeluargaan saja antara pelaku dan ibu korban. Pelaku mengiming-imingi sebidang lahan kepada ibu korban agar tidak melaporkan kejadian ini ke polisi. Tapi sebidang tanah yang dijanjikan pelaku tidak pernah diberikan kepada korban,” ungkap Tri. (red)

Facebook Comments
Loading...