oleh

Satnarkoba Polres Tapsel Tangkap Bandar Narkoba.

-News-40 views

Tapsel (Pewarta.com) – Arifin Daulay alias Trenggiling (42), warga Pintu Padang, kecamatan Batang Angkola kabupaten Tapanuli Selatan yang terindikasi bandar sabu di kawasan Batang Angkola, Tapsel, Sumut.

Trenggiling berhasil dilumpuhkan dan ditangkap Timsus dan Sat Narkoba Polres Tapsel saat berada di sebuah bengkel di Kelurahan Sigalangan, Senin (20/4/2019) lalu sekira pukul 16.00 WIB.

Loading...

“Pelaku sudah masuk dalam TO (target operasi, red) kita. Sebab selain namanya yang cukup dikenal dengan sebutan Trenggiling, ia juga diduga kuat bandar sabu-sabu yang beroperasi di wilayah Tapsel dan sekitarnya, khususnya di Kecamatan Batang Angkola.Tersangka yang dikenal licin ini. Namun berhasil dibekuk petugas setelah sempat melakukan perlawan dan berusaha melarikan diri.” ujar Mulyadi.

Dari keterangan anggota Satnarkoba saat mereka turun dari mobil dan hendak menyergapnya, Trenggiling langsung berusaha kabur dan memukul seorang petugas. Namun upayanya itu tak berhasil karena petugas dengan sigap melakukan perlawanan, sehingga terjadi adu fisik.

Bahkan setelah Trenggiling jatuh dan berpura-pura kesakitan, ia tak langsung menyerah. Trenggiling kemudian berpura-pura memegang anggota badannya yang kesakitan. Namun saat itu tangannya masuk ke saku dan mengambil barang bukti sabu beserta timbangan.

“Waktu itu dia berusaha membuang barang bukti. Tapi aksinya terlihat dan ia disuruh memungut sabu dan timbangan elektrik itu.” Ujar petugas.

“Saat kita mau membawa dia ke Polres, masyarakat sudah banyak kumpul di TKP ada kesan mereka mau menghalangi petugas. Terpaksalah kita melepas tembakan peringatan ke udara, untuk membubarkan massa,” jelasnya.

Menurut keterangannya kepada media, pasokan sabu tersebut didapat dari temannya berinisial E pria yang akhirnya sebagai salah seorang saingannya dalam berbisinis narkoba di wilayah Batang Angkola dan sekitarnya.

“Sudah hancur (kalah bersaing, red) saya Bang. Soalnya sudah ada yang ‘mematahkan’ usaha saya. Kalau main ini (sabu, red), sudah ada lebih kurang dua tahun,” jawabnya.

Selain mendapat barang dari Tapsel, ia juga mengaku sering memasok barang dari Kota Padangsidimpuan. “Dulu itu Bang, sekarang enggak lagi,” katanya sambil membenarkan sejumlah nama warga Kota Psp yang diduga kuat adalah jaringan peredaran narkoba yang masih aktif. (rts/red)

Facebook Comments
Loading...