oleh

RS Pirngadi Diminta Up Grade Pelayanan dan Fasilitas Kesehatan

-Nasional-39 views

Medan (Pewarta.co) – Rumah Sakit Umum dr Pirngadi Medan diminta melakukan inovasi untuk perbaikan pelayanan dan fasilitas kesehatan. Pasalnya, rumah sakit milik Pemko Medan ini mulai diambang kebangkrutan.

“Rumah sakit ini mulai bangkrut. Imbasnya, 600 tenaga honorer di sana tak memperoleh gaji sesuai Upah Minimum Kota (UMK) dan hanya mendapat Rp 1,5 juta saja. Kita prihatin akan hal ini,” kata anggota DPRD Kota Medan terpilih Dhiyaul Hayati SAg MPd kepada wartawan di gedung dewan, Jumat (13/9/19).

Loading...

Politisi PKS ini mengaku, meski belum dilantik secara resmi sebagai anggota dewan, namun dia sudah menerima berbagai keluhan dan harapan dari masyarakat. Semisal dari tenaga honor Pirngadi yang mengharapkan Dhiyaul agar memperjuangkan honor mereka sesuai UMK.

“Ya saya memang belum resmi dilantik, tapi dari masyarakat sudah banyak yang mengadu maupun berharap agar permasalahan mereka segera ditangani dewan,” sebut Bendahara DPD PKS Kota Medan ini.

Dia menilai rumah sakit tersebut tak mampu membayar honor para pekerja sesuai UMK lantaran keuangannya buruk.

“Pirngadi merugi karena tidak sanggup bersaing dengan rumah sakit yang juga merupakan provider BPJS Kesehatan. Pemerintah kota harus berpikir bagaimana menguprade Pirngadi agar lebih baik lagi ditingkat pelayanan maupun fasilitas. Kalau tidak segera dibenahi, akan terus menerus jadi beban APBD,” jelas wanita kelahiran 2 Mei 1975 ini seraya menambahkan, mental pelayanan pegawai juga harus diperbaiki. Karena kenyamanan pasien dan pengunjung merupakan hal penting yang harus dijaga.

Sebelumnya diberitakan, RS Pirngadi terus merugi. Selaku Rumah Sakit Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) type B milik Pemko Medan memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) sangat anjlok. Pada Tahun 2018 misalnya hanya Rp 100 miliar, pada hal belanja Rp 207 miliar. Sama halnya dengan tahun sebelumnya tetap merosot.

Hal ini lantaran beberapa bulan terakhir daya huni pasien di RS Pirngadi sangat sepi. Diperkirakan penghuni rawat inap hanya sekitar 40 persen. (Dik/red)

Facebook Comments
Loading...