oleh

Pemko Padangsidimpuan Tampilkan “MARKUSIP” DI PRSU

-Nasional-160 views

Padangsidimpuan (Pewarta.co) – Pemko Padangsidimpuan menampilkan Seni Budaya di panggung open stage Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) di Jalan Gatot Subroto, Tapian Daya, Medan.

Humas dan Protokol Pemko Padangsidimpuan dalam siaran persnya5/4) yang diterima Pewarta menyebutkan pagelaran seni budaya mengusung tema GESID BERSINAR (Gerakan Sidimpuan Berkarakter, Bersih, Aman, Sejahtera).

Loading...

“Markusip” ( Berbisik) merupakan budaya Tapsel dimasa dulu kehidupan muda-mudi di kampung mulai dari berkenalan, berpacaran hingga menikah tak pernah bertemu muka pria dan wanita berkomunikasi dengan Berbisik melalui lobang atau celah celah dinding rumah.

Di malam hari yang sunyi, si pemuda mendatangi rumah wanita yang diidamkannya dengan menutupkan sarung di kepala dan setengah badan, si pemuda menempelkan telinga ke dinding luar kamar si wanita.

Bahkan, demi menuntaskan misinya, si pemuda masuk ke kolong rumah papan dan dengan suara berbisik memanggil si wanita lewat lobang celah lantai rumah.

Yakin si wanita menyahutinya, si pemuda mulai membuka perbincangan terbatas dinding papan dengan pantun. Si wanitapun membalasnya dengan pantun, “Ia bo si dangka ni dulang-dulang, dibaen do on gabe tudosan. Ia bo si boru ni Tulang, bolas dehe au marsitandaan,” kata si pemuda yang ingin berkenalan. “Oisda nilung ni singkoru, na dioban tu Panobasan. Oisda si anak ni Namboru, bolas do da baya marsitandaan,” jawab si wanita.

Kegiatan Markusip ( Berbisik) ini berlangsung hingga keduanya saling suka dan suatu saat sama-sama yakin untuk membina satu rumah tangga atau menikah.

Setelah mereka sudah saling mencintai dan ingin kawin, akhirnya si pria menberanikan diri untuk menemui orang tua si wanita untuk menyampaikan hasrat menikah dengan putri mereka.

Opera yang di sutradara Barita Sahat Pasaribu dibantu Khatib Lubis dan Muhammad Siregar menampilkan kisah ‘markusip’ muda-mudi di Manukkap Tapanuli Selatan atau kampung halaman Ketua TP PKK Padangsidimpuan, Derliana Irsan Siregar.

Sebelum opera ditampilkan, di gerbang masuk open stage PRSU, raja adat bersama dengan perangkatnya menyambut Wali Kota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution dan rombongan.
Walikota dan istri ikut menghibur halayak ramai dengan menymbangkan lagu Batak Angkola dengan judul ‘Marsak’. Sebuah lagu yang mengisahkan kegalauan hati seorang pria, karena merindukan pujaan hatinya yang sekian lama tidak ada kabar berita.

Wakil Wali Kota Ir. H. Arwin Siregar MM bersama istri, Hj. Linda Lovinasari Arwin Hutasuhut MM juga tidak ketinggalan meoagukan lagu” Ketabo ketabo’

Malam itu, riuh penonton tiada hentinya. Apalagi disuguhi dengan penampilan dua artis lagu-lagu Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) yang sudah melegenda di tengah masyarakat, Rony Saputra Siregar dan Tamsor Hutasuhut.

Malam itu, riuh penonton tiada hentinya. Apalagi disuguhi dengan penampilan dua artis lagu-lagu Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) yang sudah melegenda di tengah masyarakat, Rony Saputra Siregar dan Tamsor Hutasuhut.

Tari-tarian seperti tortor surdu-surdu, somba-somba dan konfigurasi tradisional dengan moderen juga disajikan secara silih berganti. Pemuda-pemudi Kota Padangsidimpuan di dalam dan luar daerah turut dilibatkan. Seperti dari Ikatan Mahasiswa Kota Padangsidimpuan (Imakopasid) di Medan yang membawakan tari konfigurasi.

Pagelaran ini turut diramaikan Himpunan Mahasiswa Padangsidimpuan (Himma Pasid) dan perkumpulan masyarakat Sidimpuan di Medan. Mereka terhibur, tercerahkan dan terkenang akan kehidupan di kampung. Apalagi dengan adanya opera kisah muda-mudi zaman dahulu yang dikemas sutradara Barita Sahat Pasaribu dengan judul ‘Pancur Paridian”.

Malam pagelaran ditutup penyerahan hadiah utama lucky draw. (Rts/red)

Facebook Comments
Loading...