oleh

Mahasiswa Pertanian UMA Field Trip ke Kuta Gadung

Medan (pewarta.co) – Sekira 260 mahasiswa semester genap dan dosen Fakultas PertaniOan Universitas Medan Area (Faperta UMA) mengadakan field trip (studi lapangan) ke Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Induk Hortikultura (BIH) Kuta Gadung Brastagi.

Turut dalam rombongan field trip itu Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr Hj Siti Mardiana MSi, Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama Dr Ir H Zulheri Noer MP, Wakil Dekan (WD) Fakultas Pertanian Bidang Akademik Ir H Erwin Pane MS, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Ir Gustami Harahap MP, Ketua dan Sekretaris Panitia Field Trip Dr Ir Suswati MP dan Ir Asmah Indrawaty M, serta 25 dosen Faperta UMA.

Loading...

Field trip diadakan pada Kamis (18/7/2019) itu menurut Dekan Faperta UMA Dr Ir Syahbuddin Hasibuan MSi merupakan agenda wajib bagi setiap mahasiswa Program Studi Agribisnis dan Prodi Agroteknologi Faperta UMA.

“Tujuannya untuk mengombinasikan teori yang didapat di bangku kuliah dengan realita yang ada di lapangan. Setelah memeroleh ilmu di bangku kuliah, mahasiswa kemudian melihat kenyataan di lapangan,” kata Syahbuddin, kemarin di kampus I UMA Jalan Kolam Medan Estate.

Dijelaskannya, field trip merupakan pengetahuan awal sebelum mahasiswa melaksanakan praktik kerja lapangan (PKL). Karenanya, mahasiswa wajib melaksanakan field trip minimal empat kali selama kuliah.

“Kami harapkan ke depan field trip jadi soft skill mahasiswa yang sudah dicantumkan sebagai Surat Keterangan Pendamping Ijazah atau SKPI,” kata Syahbuddin.

Dengan program ini, kata Syahbuddin, diharapkan lulusan FP UMA menjadi SDM yang siap memasuki dunia kerja atau berwirausaha.

“Kami harapkan lulusan Fakultas Pertanian UMA akan unggul dari lulusan perguruan tinggi lainnya,” ujarnya.

Wakil Dekan Fakultas Pertanian Bidang Akademik Ir Erwin Pane MS juga menyebutkan, ada empat kali field trip dilaksanakan dalam satu periode mahasiswa kuliah, bagi semester 4, 5, 6, dan 7.

Menurutnya, field trip digelar untuk
memahami masalah praktikal yang ada di lapangan.

“Misalnya saat field trip di BIH Kuta Gadung itu, mahasiswa mengetahui penyediaan bibit kentang petani dataran tinggi yang menggunakan budidaya teknologi aeroponik,” kata Erwin Pane didampingi Sekretaris Panitia Field Trip yang juga Humas UMA Ir Asmah Indrawaty MP.

Dalam field trip itu, kata Erwin Pane, mahasiswa bisa melihat BIH Kuta Gadung yang menyiapkan bibit kentang, wortel, bawang. Bahkan ada dua varietas yang sudah jadi unggulan daerah itu. Diungkapkannya, di satu lokasi itu BIH Kuta Gadung menyiapkan bibit untuk petani, sehingga mahasiswa melihat bagaimana praktek pembibitan itu di lapangan.

“Mahasiswa kami harapkan bisa memahami apa yang praktikal di lapangan dan membandingkan dengan teori di perkuliahan,” katanya.

Di lokasi field trip itu mahasiswa Faperta UMA juga ditunjukkan kebun penyediaan bibit wortel. Disebutkannya, ada kebun yang wortelnya siap dipanen, namun ada juga bunga wortel yang siap dijemur dan ada yang sudah dibersihkan serta siap dipacking untuk dijual.
Mahasiswa peserta field trip itu dibagi dalam 22 kelompok yang terdiri dari 10 orang per kelompoknya. Hasil dari field trip harus dibuat laporan dengan topik yang sudah ditentukan.

“Mahasiswa wajib buat laporan field trip dan akan mendapat sertfikat,” ujarnya.
Asmah Indrawaty menambahkan, rombongan field trip FP UMA diterima Kabag Produksi BIH Kuta Gadung Brastagi Sabar Pintu Batu SP, KTU Kuta Gadung Brastagi yang juga peneliti kentang Tuti Sudarniati SP, dan Sehatder Sipahutar SP (peneliti kentang).
Field trip itu juga diisi dengan kegiatan refreshing dengan menyinggahi Tahura (Taman Hutan Raya) Brastagi dan pemandian alam Sembahe. (gusti/red)

Facebook Comments
Loading...