oleh

Lagi, Terduga Pengedar Sabu Diringkus Polisi

-Nasional-41 views

Batubara (Pewarta.co) –Polsek Lima Puluh, Polres Batubara kembali melakukan penggerebekan terhadap terduga pengedar narkotika. Kali ini dilakukan di Desa Pulau Sejuk,  Kec Datuk Lima Puluh, Kab Batubara, Senin (09/09/2019).

Penggerebekan Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Lima Puluh dipimpin Ipda Jimmy Rianto Sitorus, SH berhasil meringkus terduga pengedar sabu RS alias Ec (32) warga Dusun VIII Kemuning, Desa Simpang Gambus, Kec Lima Puluh, di Dusun IV Desa Pulau Sejuk, Kec Datuk Lima Puluh, tepatnya disebuah rumah milik JI.

Loading...

Kapolsek Lima Puluh AKP Jhony Andries Siregar, SH kepada wartawan, Selasa (10/09/2019) membenarkan pihaknya telah mengamankan seorang laki-laki yang selama ini diketahui menjual SS.

Saat dilakukan penggeledahan Tim Opsnal berhasil menemukan barang bukti 1 buah plastik kresek warna putih terletak di atas meja dapur yang di dalamnya terdapat 1 paket sabu ukuran sedang yang di duga narkotika jenis SS  terkemas dalam plastik klip transparan bersama barang bukti lainnya.

Selengkapnya barang bukti yang ditemukan dan disita berupa 1 paket sedang yang di duga Narkotika jenis sabu sabu (SS), 1 buah timbangan elektrik warna silver, 27 buah plastik klip transparan kosong ukuran kecil, 1 buah kaca pirek, Uang tunai sejumlah Rp. 385.000, 1 unit SP. Motor Vega R warna merah tanpa plat, dan 1 unit  hp Nokia warna biru.

Dikatakan Kapolsek Lima Puluh, penangkapan RS alais Ec yang telah menjadi target operasi (TO) Polsek Lima Puluh berdasarkan informasi yang dihimpun tim opsnal Polsek Lima Puluh.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Senin (09/09/2019) sekitar pukul 14.30 WIB, tim opsnal mengadakan penyelidikan dan pengamatan dan akhirnya mengetahui keberadaan RS disebuah rumah di Desa Pulau Sejuk diduga sedang menunggu pembeli SS. Tim opsnal bergerak cepat dan berhasil meringkus tersangka tanpa perlawanan.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka berikut seluruh barang bukti yang disita diboyong ke Mapolsek Lima Puluh. (yudikam/red)

Facebook Comments
Loading...