oleh

Hidupi Enam Adik, Gadis Yatim Piatu Kerja Cari Butut di Medan

-Nasional-54 views

Batubara (Pewarta.co) – Selain berjibaku seorang diri bahkan rela untuk tidak menikah demi menghidupi keenam adiknya, gadis yatim piatu Fitri Wahyuni Manulang (23) warga Dusun V Desa Simpang Dolok, Kec Datuk Lima Puluh, Kab Batubara ini juga rela menjadi pemulung di ibukota provinsi. Ia sempat bekerja mencari butut di Medan dengan imbalan hanya brutto Rp 50 ribu/hari.

“Lebih kurang sebulan aku kerja mencari butut di Medan. Gajinya cuma Rp 50 ribu/ hari, disitu untuk makan dan sewa rumah. Tapi karena aku jatuh sakit maka aku pulang ke kampung. Dikampung ya kerja apa saja yang disuruh orang, yang penting aku dan adik-adik dapat makan”, ungkap Fitri saat ditemui wartawan, dikediamannya, Senin (09/09/2019).

Loading...

Dikatakan Fitri, tidak ada orang yang mau hidup susah, tapi kalau nasib sudah menentukan begini mau gimana lagi. “Kami harus banyak bersabar dan tetap berusaha semoga Tuhan memberikan jalan terbaik buat kami”, urainya.

* Viral
Mengetahui ada 7 anak yatim piatu yang menempati rumah tidak layak huni setelah viral di media online, seorang anggota Bhayangkari Polres Batubara menunjukkan kepedulian dengan berkunjung dan menyerahkan bantuan.

Floria Yafanika br. Simanjuntak istri Ipda P. Tamba mengunjungi rumah yang didiami 7 bersaudara anak yatim piatu. Disana Floria menyerahkan bantuan sembako berupa beras, mi instan, telur dan gula.

“Mudah-mudahan bantuan yang tidak seberapa ini dapat meringankan beban adik-adik”, sebutnya saat menyerahkan bantuan.

Fitri Wahyuni mewakili saudaranya dengan linangan air mata menyampaikan terimakasihnya atas bantuan dan perhatian Floria.
“Trimakasih bu. Sykurlah ibu datang hari ini jadi kami bisa menanak nasi. Tadi tak ada apa-apa yang bisa dimasak bu. Sekali lagi terimakasih bu”, ucap Fitri terisak-isak.

Tidak hanya Floria, Kadis Sosial Kab  Batubara Drs Bahrumsyah dan Plt. Kadis Perkim Batubara Norma Deli Siregar, SE turun langsung meninjau rumah tak layak huni milik Fitri bersaudara.

Pada peninjauan yang didampingi Kades Simpang Dolok Yusnan, Bahrumsyah meminta Kepala Desa Simpang Dolok untuk mendata keluarga yatim piatu tersebut beserta warga miskin atau pun tidak mampu supaya dimasukkan dalam usulan memperoleh bantuan PKH dan beras sejahtra (Rastra).

Sementara itu Plt Kepala Dinas Tarukim Norma Deli Siregar, SE yang juga turun melihat kondisi rumah tidak layak huni  mengungkapkan dinasnya mengaku prihatin akan kondisi 7 yatim piatu tersebut.

“Kami akan berupaya agar rumah Fitri segera mendapatkan bantuan dari Pemkab Batubara”, ujar Norma seraya menyerahkan bantuan kepada Fitri Manulang. (yudikam/red)

Facebook Comments
Loading...