oleh

Banyak Pemilih di Tabagsel Belum Paham Cara Memilih di Pileg

-Nasional-98 views

Padangsidimpuan (Pewarta.co)- Jelang pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) 17 April 2019,Pewarta mencoba berbincang bincang dengan para pemilih di Kedai- kedai kopi, Pakter, diarisan, tempat pesta dibeberapa kesempatan untuk menanyakan apakah mereka sudah paham cara memilih anggota Legislatif namun jawaban dari mereka dapat disimpulkan belum mengerti.

Mereka mengatakan bingung karena berbeda dengan cara cara sebelumnya dimana pileg tahun ini tidak ada dibuat gambar hanya nama calon dan partainya.

Loading...

“Dia ma tarjaha goar ni angka calegi, partai na pe olo lupa iba. Acugari adong gambarna boi tinanda. (Manalah mungkin bisa dibaca semua nama caleg, partainya saja bisa lupa. Seandainya punya gambar bisa kita kenal) Ujar P.Hutagalung (65) warga Jl.Alboin Hutabarat, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan.

Hal senada juga dikatakan Op.Indra br Siregar, (70) warga Kelurahan Wek I Padangsidimpuan mengaku belum tau cara memilihnya. Dia mengatakan disamping penglihatan yang sudah rabun, nama calon yang sudah ada dihatinya bisa lupa termasuk partainya.

Dari penelusuran Pewarta kurangnya Sosialisasi dari penyelenggara Pemilu kepada masyarakat terutama dipinggiran kota bisa diprediksi mengakibatkan banyaknya salah sasaran, salah pilih, salah tusuk bahkan batalnya suara pemilih.

Berdasarkan kenyataan dilapangan, terlihat para Caleg mulai tingkat daerah sampai pusat beserta team suksesnya berpacu untuk memberikan cara cara untuk memilih sambil memberikan kartu nama lengkap dengan nomor partai dan nomor Caleg kepada pemilih yang telah digarapnya.

Sementara itu untuk Capres dan calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD)mereka tidak begitu kesulitan karena Capres/wacapres dan calon DPD mempunyai gambar.

“Kalau memilih Presiden dan wakilnya yah gampang aja tinggal tusuk gambarnya. Capres Presiden sudah kenal kalipun tiap hari muncul di TV.” Ujar Robin Harianja warga Jln.Kartini Gang Horas, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan sambil memainkan jarinya pertanda dukungannya kepada salah satu Capres.

Diyakini dengan memilih lima tingkatan calon berbeda (DPRDTkt II, DPRD Provinsi, DPR RI Pusat, DPD dan CAPRES/CAWAPRES) dengan lembaran dan warna berbeda sulit bagi Lansia untuk memilih.

“Seharusnya sosialisasi Pileg dan Pilpres ini disampaikan kepada orang orang yang tingkat pendidikannya, Sumber Daya Manusianya(SDM) kurang dan tinggal di Dusun, Desa desa bukan kepada orang orang yang sudah pintar dan tinggal di Kota”. Ujar salah seorang penggiat politik. (Rts/red)

Facebook Comments
Loading...