oleh

Sosialisasi Perda No 3/2016, Andi Lumban Gaol: Kota Medan Minim Tempat Rekreasi & Olahraga

-Medan-57 views
Medan (Pewarta.co) – Ketua Fraksi Persatuan Nasional DPRD Kota Medan, Andi Lumban Gaol, SH menyebut keberadaan tempat rekreasi dan olahraga di Kota Medan masih minim. Padahal, tempat-tempat tersebut dibutuhkan masyarakat dan juga dapat menjauhkan generasi muda dari jeratan narkoba, aksi kriminalitas dan kecanduan game online.
“Tempat rekreasi dan olahraga masih minim di Kota Medan. Hal ini membuat kurangnya aktivitas positif khususnya bagi anak muda dan akhirnya berdampak banyak generasi muda terjerumus narkoba, kriminal serta kecanduan game online,” kata Andi Lumban Gaol dalam acara Sosialisasi Perda ke XI mengenai Perda No 3 Tahun 2016 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga yang digelar di Jalan Vanili 13 No 2 Perumnas Simalingkar Medan, Senin (12/8/19) dihadiri aparatur pemerintahan setempat dan ratusan masyarakat sekitar.
Seperti permainan game online, sebut politisi PKPI ini, yang sering membuat kecanduan generasi muda Kota Medan hingga bermain di warnet sampai bergadang. “Ini membutuhkan ketahanan fisik sehingga berdampak butuh narkoba yang akhirnya melakukan aksi kriminal untuk mendapatkan duit membeli narkoba. Hal ini harus segera diatasi, salah satunya dengan menyediakan sarana olahraga agar mereka tertarik untuk berolahraga,” terang dewan yang duduk di Komisi I DPRD Medan ini.
Karena itu, Andi meminta kepada Pemko Medan agar menambah biaya untuk menyediakan tempat rekreasi dan olahraga yang masih minim tersebut. Apalagi diketahui ada aset-aset Pemko Medan yang terlantar dan bisa dipergunakan sebagai tempat rekreasi dan olahraga sekaligus bisa menjadi tambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Kota Medan melalui retribusi yang diatur dalam Perda No 3 Tahun 2016 ini.
“Masyarakat tidak keberatan membayar retribusi selama tidak mahal. Tapi masalahnya tempat rekreasi dan olahraga yang kurang, ini yang harus disediakan Pemko Medan agar masyarakat bisa hidup sehat,” ujar dewan dari Dapil II tersebut.
Dalam perda tersebut dikatakan Perda Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga bertujuan untuk mengatur dan mengendalikan tempat rekreasi dan olahraga. Selain itu juga untuk menciptakan rasa nyaman warga dan menumbuhkembangkan minat dan bakat berolahraga serta menciptakan pola hidup sehat di masyarakat.
Pemungutan retribusi tersebut dengan menggunakan Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD) atau dokumen lain yang dipersamakan. Dalam hal pengelolaan, pungutan dan pengawasan retribusi tempat rekreasi, dan olahraga dilakukan oleh Dinas Pendapatan. Pengawasan penerimaan retribusi tempat rekreasi, dan olahraga dan pelaksanaan perencanaan di lapangan di Kota Medan yaitu dilakukan dalam dua bentuk pengawasan yaitu pengawasan langsung dan pengawasan tidak langsung.
Sedangkan pada Pasal 19 perda ini disebutkan ada sanksi bagi wajib retribusi yang tidak membayar, yakni berupa sanksi administratif bunga dua persen setiap bulan dari retribusi yang terutang yang tidak atau kurang dibayar dan ditagih dengan menggunakan SKRD, yang didahului dengan surat teguran. (Dik/red)
Facebook Comments
Loading...