oleh

Soal Pasar Timah, Wong: Satpol PP Jangan Melukai Hati Pedagang

-Medan-384 views

Medan (Pewarta.co)-Terkait Pasar Timah, Anggota DPRD Kota Medan Drs.Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B mengingatkan agar jangan melukai hati pedagang.

Loading...

Hal tersebut dimaksudkan Wong kepada Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol-PP) Kota Medan dan jajarannya.

Bahkan, Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini meminta pihak terkait tidak sewenang-wenang apalagi sampai melukai hati para pedagang di Pasar Timah Kota Medan.

Selain itu, Satpol-PP juga diminta untuk tidak menjadi alat kekuasaan oleh kelompok atau oknum pengembang yang berkepentingan terhadap Pasar Timah.

Wong menekankan, Satpol-PP berfungsi sebagai penegakan peraturan sesuai Peraturan Walikota Medan Nomor 51 Tahun 2014 tentang tugas pokok dan fungsi Satuan Polisi Pamong Praja Kota Medan.

“Kita sangat sayangkan bila Satpol-PP akan melukai hati para pedagang Pasar Timah dengan rencana pengosongan lapak Pasar Timah untuk revitalisasi. Karena, sepengetahuan saya masalah pengosongan lapak tersebut masih proses Kasasi di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan,” terang Wong menjawab pewarta.co, Rabu (11/7/2018).

Ironisnya, lanjut Wong, justru Satpol-PP Kota Medan selama ini lemah dalam bertugas melakukan penegakan Perda terutama dalam menindak bangunan dan tiang reklame yang jelas menyalah dan tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Kota Medan.

“Kami minta agar Satpol-PP kota Medan jangan memaksakan kehendak untuk melakukan pengosongan paksa yang akan membenturkan masyarakat dengan pedagang pasar Timah. Dan Pemko Medan seharusnya melakukan pengosongan berdasarkan hasil mufakat dengan pedagang, jangan gadaikan masyarakat demi kepentingan pengelola,” terang legislator yang juga Ketua Taruna Merah Putih Kota Medan tersebut.

Masih menurut Wong, Walikota Medan, Dzulmi Eldin saat mencalonkan diri juga pernah kampanye di Pasar Timah.

Waktu itu Eldin menjanjikan tidak akan mengusur dan merelokasi pedagang Pasar Timah dan seharusnya janji itu dipenuhi serta dapat dibuktikan.

“Kepada Kasatpol-PP kota Medan kami minta bekerja tanpa ada kepentingan. Masih banyak yang harus dikerjakan oleh Satpol-PP kota Medan untuk membuat Kota Medan ini terlihat tertib dan indah. Lakukan tugas dengan jujur dan lebih berpihak kepada rakyat sesuai yang diamanahkan, jika salah segera lakukan penindakan,” tegas Wong.

Sementara itu, Asril Siregar selaku kuasa hukum pedagang Pasar Timah sebelumnya kepada wartawan menjelaskan, persoalan konflik Pasar Timah sudah terjadi selama 5 tahun yang dinilai sarat kepentingan.

Pasar Timah juga tidak termasuk dalam tujuh pasar yang wajib direvitalisasi.

Menurut Asril, upaya pedagang yang melakukan pembelaan hukum di tahapan proses Kasasi ini sudah seharusnya menjadi perlindungan pemerintah dan bukan malah menjadi sasaran lawan.

“ Berdasarakan keputusan PTUN No.103/G/2017/PTUN-MDN masih berlaku, bahwa agar pelaksanaan objek perkara tidak dilakukan sebelum adanya putusan Hakim yang tetap, maka belandaskan itu, Satpol-PP kota Medan tidak bisa melakukan penertiban,” sebutnya. (Dik)

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Loading...