Medan (Pewarta.co)-Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII) Institut Teknologi Medan (ITM) menggelar Seminar Nasional bertajuk Upaya Menanggulangi Wabah Virus Corona di aula DR 101-102 kampus itu Jalan Gedung Arca Medan, Sabtu (7/3/2020).
Seminar itu menghadirkan Kepala Dinas Kesehatan Provsu Utara DR Alwi Mujahid Hasibuan MKes sebagai pemateri. Selain itu tampil juga sebagai pemateri Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Nahdlatul Ulama (NU) Sumatera Utara (Sumut) Dr Ir Hamzah Lubis SH MSi.
Tampak hadir pada seminar itu Wakil Rektor II dan IV ITM H Munajat SE MSi dan Ir Mustafa MT. Hadir juga Kabiro Humas ITM H.M Vivahmi Manafsyah SH Msi, Ketua PK PPMII ITM M Fahri Azmi, dan Ketua Panitia Ginda Hasibuan.
Plt Rektor ITM Ir Ramlan Tambunan MSc dalam sambutannya ketika membuka seminar itu menyatakan apresiasinya kepada mahasiswa yang menggelar seminar. Menurutnya, saat ini baru ITM yang mengadakan seminar membahas wabah virus Corona.
“Salut terhadap mahasiswa ITM yang membuat kegiatan seperti ini,” ujarnya.
Ramlan menuturkan, wabah virus Corona yang bermula dari Wuhan, China menyebar ke berbagai negara di belahan dunia. Kini virus itu pun telah menghampiri Indonesia mengakibatkan masyarakat resah. Akibatnya, kata Ramlan, timbul ketakutan luar biasa sehingga masker pun langka diperoleh karena pembeliannya diborong oleh massa.
“Langkanya masker itu apakah ini bentuk ketakutan atau bentuk kecurangan perdagangan dengan memborong habis sehingga sekarang harganya pun mahal,” sebutnya.
Dia menilai kondisi ini menandakan ketakutan yang sangat luar biasa.
Namun demikian, dia yakin seminar ini punya konsep bagaimana cara atau upaya penanggulangan yang bisa diinformasikan kepada masyarakat agar tidak resah.
“Upaya dibungkus dengan doa. Mudah-mudahan Corona segera berakhir dari bumi ini,” pungkasnya.
Seminar diawali dengan deklarasi siap antisipasi Corona yang menyatakan masyarakat kampus Sumut siap mengantisipasi wabah virus Corona.
“Lawan Corona. Lawan Corona,” sebut sejumlah perwakilan mahasiswa ITM dan mahasiswa undangan dari perguruan tinggi lain dipimpin Kepala Dinas Kesehatan Provsu Utara DR Alwi Mujahid Hasibuan MKes.
Dalam paparannya, Alwi Mujahid menuturkan virus Corona yang disebut Covid-19 ini tingkat kefatalannya hanya 3,44 persen.
“Sebelumnya kita pernah diterpa SARS, angka kematiannya 9 koma sekian. Sedangkan MERS masih satu familinya Corona yang virusnya berbentuk seperti crown atau mahkota, angka kematiannya 26 koma sekian,” katanya.
Dibanding yang lain, sebutnya, Corona ini sedikit angka kematiannya. Ditegaskannya, Corona lebih ringan case fatalitynya dan jauh lebih rendah angka kematiannya dari dua jenis virus yang lain tersebut.
Disebutkannya, dari 95 ribu orang positif terdeteksi virus Corona berdasarkan data Kamis lalu, yang dinyatakan sembuh sempurna sebanyak 59 persen.
“Yang mati hanya tiga persen sekian. Diperkirakan penderita lainnya nanti bisa sembuh sempurna dengan tingkat kematian 4 persen,” katanya.
Alwi Mujahid juga mengungkapkan, dari angka kematian 3,4 persen ditemukan fakta bahwa kematian akibat virus Corona ada juga diakibatkan dengan penyakit yang lain. Misalnya penderita sebelumnya mengidap sakit jantung kemudian kena virus Corona sehingga memberatkan penyakitnya.
Sebelumnya, Ketua PW LPBI NU Sumut Dr Ir Hamzah Lubis SH MSi yang juga pembina PK PMII
menyayangkan meme lucu mengolok-olok virus Corona beredar di medsos.
“Padahal, virus itu telah menelan korban jiwa. Bahkan, di Indonesia saja sudah 4 orang yang terdeteksi positif virus ini,” ujarnya.
Kendati demikian, menurut Hamzah masyarakat tidak perlu bersikap berlebihan menyikapi virus itu. Bersikap berlebihan menurutnya membuat orang-orang ragu untuk saling berjabat tangan.
Dia juga berharap jangan sampai ada larangan sholat berjamaah di masjid bagi jamaah yang sedang batuk pilek dan demam karena ketakutan yang berlebihan.
“Jagalah kesehatan, dekatkan diri pada Allah. Lakukan aksi bersama untuk menanggulanginya dengan menggelar seminar seperti ini. Ini upaya yang bisa dilakukan secara kolektif,” tukasnya. (gusti)