oleh

GNKR Sebut Penetapan Akhir Suara Pilpres Ciderai Undang-undang

-Medan-66 views

Medan (Pewarta.co)-Ketua Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) Drs Prabu Alamsyah Syahputra menyebutkan penetapan rekapitulasi suara Pilpres mencederai undang-udang Pemilu.

Loading...

Sebab, kata dia, pengumuman hasil akhir itu sendiri dilaksanakan tidak sesuai dengan jadwal yang ditentukan sebelumnya.

Sementara laporan gugatan sengketa kecuarangan rakyat lewat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) maupun Badan Pemenangan Nasional (BPN) yang disampaikan kepada Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu-RI) belum semua diselesaikan.

Namun, Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat sendiri terkesan memaksakan hasil rekapitulasi suara pada hari, Selasa (21/5/201) dini hari.

Padahal, jadwal yang tetapkan yakni hari, Rabu 22 Mei 2019.

Hal itu disampaikan Drs Prabu Alamsyah Syahputra Msi kepada pewarta.co, di sela aksi di Kantor KPU Sumatera Utara (Sumut), Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan, Selasa (21/5/2019).

“Awalnya KPU berjanji mengumumkan hasil dari pemilu sebelumnya tanggal 22 Mei. Namun mengapa dilaksanakan dari pada jadwal sebelumnya ditetapkan. Oleh karena itu, kami menilai penetapan tanggal akhir rekapitulasi suara yang dilaksankan KPU telah mencedarai dari pada undang-undang Pemilu itu sendiri,” ujar Ketua Presedium GNKR, Drs Prabu Alamsyah Syahputra MSi

Dia mengatakan, sejatihnya KPU Pusat harusnya menunggu penyelesaian laporan gugatan sengketa kecurangan yang disampaikan ke Bawaslu RI.

Bukan memaksakan untuk melakukan rekapitulasi suara yang telah di jadwalkan sebelumnya.

“Harusnnya, KPU menunggu dari pada gugatan itu sendiri. Bukan memaksakan pengumuman hasil Pilpres 2019 yang telah di jadwalkan sebelumnya. Ada apa dengan KPU itu?,” katanya.

Dari itu, Prabu meminta KPU Sumut menyampaikan aspirasi yang dilaksanakan oleh pihaknya pada aksi tersebut.

“Aspirasi yang kita sampaikan hanya meminta¬†Pemilu harus berlangsung dengan jujur dan adli (Jurdil).¬†Untuk itu, KPU Sumut bisa menjembatani ke Jakarta atas aspirasi ini,” pintanya.

Sebagaimana diketahui, aksi damai itu dilakukan pascapenetapan hasil pemilu oleh KPU Pusat yang dilaksanakan tidak sesuai dengan yang dijadwalkan sebelumnya. (Dyt)

Facebook Comments
Loading...