oleh

Utus Sekdaprovsu Tangani TKW Sakit, Warga Sumut di Penang : Terima kasih ‘Ayah Edy’  

Penang (Pewarta.co)-Warga perantau asal Sumatera Utara (Sumut) di Penang mengucapkan terima kasih kepada ‘Ayah Edy’, Gubernur Sumut, Minggu, (25/8/2019).

Loading...

Apresiasi tersebut disampaikan anggota Non Goverment Organisasion (NGO) Persatuan Masyarakat Indonesia di Malaysia (Permai) Penang, Saipul ketika dihubungi lewat sambungan telepon terkait respon cepat Gubernur Sumut dalam menangani masalah Meimeris Tumanggor (37), Tenaga Kerja Wanita (TKS) kelahiran Tumbajae, Tapanuli Tengah yang saat ini dirawat di hospital Kerajaan Malaysia, Bukit Martajam Penang.

“Atas nama Permai, saya menyampaikan ucapan terimakasih Setinggi-tingginya kepada ‘Ayah Edy’,” ujar  Saipul memanggil akrab Edy Rahmayadi Gubernur Sumatera Utara.

Sebab, lanjut dijelaskan Saipul, ‘Ayah Edy’ cepat tanggap menangani masalah TKI teraniaya dan mengirim utusan Pemerintah Provsu setingkat Sekda.

“Selain itu, NGO Permai Utara  juga berterimakasih kepada ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut yang melalui jaringan wartawan menyebarluaskan berita soal Meimeris Tumanggor sehingga mengundang simpati masyarakat di kedua negeri,” jelasnya.

Ditambahkan Saipul, ia juga membenarkan dirinya sudah menghubungi Sabrina Sekdaprovsu yang menjadwalkan terbang dari Medan, Minggu (25/8/2019) Pukul 18.30 WIB dan dijadwalkan juga akan ada pertemuan dengan pihak NGO Permai Utara di Penang.

Ditanya apakah Meimeris Tumanggor bisa langsung dibawa pulang ke Medan, Saipul menjelaskan hari Senin, 26 Agustus 2019 baru bisa soal itu dibahas dengan pihak Konsul Jendral Republik Indonesia (KJRI) karena surat surat dibutuhkan juga ada di KJRI.

“Mudah-mudahan masalah ini bisa segera diatasi, kami sangat bersyukur soal ini bisa tuntas segera,” ujar Saipul yang sangat berharap bisa bertemu langsung dengan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi di Medan.

Sementara itu, Gubsu Edy Rahmayadi setelah membaca berita tentang Meimeris Tumanggor, TKW asal Sumut yang teraniaya di Penang langsung menginstruksikan Sekdaprovsu Dr Ir  Hj R Sabrina MSi menangani  masalah tersebut.

“Begitu membaca beritanya pagi tadi, saya minta bu Sabrina, Sekdaprovsu menangani soal Meimeris Tumanggor itu dan sore nanti dia ke Penang, termasuk juga bagian hukum kita sertakan untuk tangani masalah hukumnya,” ujar Gubsu menjawab Ketua PWI Sumut Hermansjah di acara pernikahan putri Prof Dr OK Saidin di MICC Ringroad Medan.

Gubsu juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bu Putri, WN Malaysia serta NGO Permai serta para pihak yang menjembatani dalam hal ini Ketua PWI Sumut sehingga kabar soal Meimeris Tumanggor ini sampai ke Sumut melalui pemberitaan.

Terpisah, Sekdaprovsu, R Sabrina ketika dihubungi melalui telpon membenarkan dirinya ditugasi gubernur untuk menangani TKI Wanita yang Malang itu.

“Petang nanti saya berangkat ke Penang, dan sudah juga melaporkan serta menghubungi pihak Kemenlu dan KJRI Penang terkait masalah menimpa Meimeris Tumanggor,” ujar Dr Sabrina sembari menjelaskan dia sudah mendapat informasi terkait persoalan menimpa Meimeris Tumanggor yang sebenarnya sudah ditangani pihak KJRI Penang namun entah apa penyebabnya TKW itu menghindar dan malah dibawa ke Hospital Kerajaan di Penang.

Sabrina yang pernah menjabat di berbagai jabatan penting di Sumut ini menyampaikan ucapan terima kasih kepada NGO Permai, karena sudah membantu TKI asal Sumut itu meski sebenarnya kalau sebelumnya diserahkan ke KJRI Memeris Tumanggor seharusnya sudah bisa dipulangkan waktu itu karena pihak KJRI juga sudah menyiapkan pengganti paspor Meimeris dan bisa dirawat di kampungnya.

Sebagaimana diketahui, Ketua PWI Sumut Hermansjah pada hari Sabtu 24 Agustus malam dikabari Bu Putri, Warga Negara (WN) Malaysia, memiliki jaringan bisnis di Medan soal nasib Meimeris Tumanggor yang dibuang majikannya, WN  Malaysia keturunan India di halaman KJRI Penang saat menderita sakit, namun ditemukan anggota Perkumpulan Persatuan Masyarakat Indonesia di Malaysia (Permai) Utara yang kemudian membawa ke rumah sakit kerajaan di Penang.

Meimeris Tumanggor sebagaimana diinformasikan bekerja di Penang sudah sejak tiga tahun yang lalu.

Pekerja wanita malang menderita TB itu bekerja di satu sekolah di kawasan Bukit Martajam, Penang Malaysia dengan seorang WN Malaysia keturunan India namun tidak pernah diberi gaji selama tiga tahun bekerja sampai Meimeris jatuh sakit.

Ironisnya, saat menderita sakit bukan malah diobati tapi dibuang ke KJRI.

Soal Gaji dijanjikan WN Keturunan India itu baru diberikan bila Ia pulang ke Indonesia, saat dibuang ke KJRI Meimeris Tumanggor cuma diberi uang RM 1300.

TKI Wanita itu bekerja di Malaysia atas jasa satu agen yang hingga saat ini menahan pasport dan dokumen penting lain miliknya.

Berita soal TKI Wanita yang Malang itu tersebar luas di media online dan cetak jaringan PWI-SMSI (Serikat Media Siber Indonesia) Sumut, bukan saja di Medan, tapi juga sampai ke Malaysia sehingga mengundang simpati warga Sumut di negeri seberang sebagaimana dilaporkan Chairum Lubis, Wartawan Medan yang tengah berada di Kualalumpur, Malaysia dan juga warga Malaysia. (ril)

Facebook Comments
Loading...