oleh

Warga Patumbak Tolak Makam Jasad Pelaku Pembunuh Sekeluarga

-Hukum-509 views

Medan (Pewarta.co)-Warga Patumbak menolak jasad pelaku pembunuhan sekeluarga di Tanjungmorawa dikuburkan di Dusun VI, Desa Patumbak Kampung, Kecamatan Patumbak.

Loading...

Itu dilakukan warga dengan beramai-ramai mendatangi makam Agus Hariadi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di desa tersebut, Rabu, (24/10/2018).

Informasi dihimpun pewarta.co menyebutkan, aksi protes terhadap makam tersebut disebabkan warga merasa ditipu.

Karena sebelumnya, informasi yang didapat warga bukan jenazah pelaku Agus yang dimakamkan.

“Awalnya mereka bilang itu adalah orang sakit yang meninggal. Perutnya mau pecah. Makanya dimakamkan cepat,” kata Tasmin Purba alias Wak Pokat, warga setempat.

Penolakan ini juga dilakukan, karena warga tidak ingin jasad pembunuh itu akan memicu bala di kampung mereka.

Karenanya, sebagai ungkapan protes, warga menyelimuti makam yang tanahnya masih basah tersebut dengan poster penolakan.

“Mobil ambulannya masuk pun kita gak tahu,” sebutnya.

Ditolak Warga Dimakamkan di Tanjungmorawa

Selain itu, Tasmin menjelaskan, jasad Agus dimakamkan pada hari Selasa 23 Oktober 2018 sekitar pukul 12.00 WIB.

“Pemakamannya memang tidak banyak diketahui warga, apalagi saat itu memang sedang turun hujan deras di kawasan itu,” jelasnya seraya menambahkan warga baru mengetahui kalau makam tersebut adalah pelaku Agus, setelah orangtua tirinya datang.

Diungkapkannya, orang yang mengaku orangtua tiri pelaku tersebut bercerita kalau Agus ditembak di Pekanbaru, dan warga Tanjungmorawa menolak, sehingga Agus dimakamkan di Patumbak.

“Penggali kuburan pun sempat curiga dengan mayat itu,” ungkapnya.

Informasi sebelumnya, Agus Hariadi alias AG adalah tersangka otak pelaku pembunuhan manager PT Domas Tanjung Morawa, Muhajir (49), istrinya Suniati (50) dan anaknya M Sholihin (12) warga Gang Rasmi, Dusun III Tanjung Morawa, Deliserdang.

Jasad ketiga korban dibuang ke sungai Belumai, bahkan saat dibuang, Suniati dan M Sholihin masih dalam keadaan hidup.

Agus sendiri ditangkap bersama R di Pekanbaru, namun tewas ditembak karena mencoba melawan petugas yang menangkapnya dan R juga ditembak pada bagian kaki.

Selain Agus dan R, polisi juga telah menangkap tersangka lainnya, D dan Y, terlibat dalam pembunuhan yang berawal dari saling ejek antara pelaku dan isri korban. (rks)

Facebook Comments
Loading...