oleh

Polsek Medan Labuhan Bantah Penangkapan Penganiaya Wartawan

-Hukum-58 views

Belawan (Pewarta.co)-Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu Bonar Pohan membantah pihaknya menangkap Bos Judi penganiaya wartawan, Senin, (13/5/2019).

Loading...

Hal itu disampaikan Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu Bonar Pohan ketika ditanya terkait penganiaya wartawan.

Pembantahan, Iptu Bonar Pohan tanpa alasan yang cukup jelas.

Bahkan, seolah ada yang ditutup-tutupi oleh orang nomor satu di Unit Reskrim Polsek Medan Labuhan ini.

Padahal, wartawan hanya bertanya tentang beredarnya kabar tentang penangkapan Bos Judi bernama Ationg yang melakukan tindak pidana penganiayan terhadap Pimpinan Redaksi (Pimred) Harian Posmetro Medan, Budi Ariadi di Komplek Brayan Trade Center, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhandeli, pada hari Kamis 28 Maret 2019 silam.

Namun, mantan Kanit Reskrim Polsek Hamparan Perak ini hanya berkomentar singkat.

“Tidak ada kita amankan, hanya konfrontir saja,” singkatnya.

Untuk diketahui, sebelumnya, Pimpred Posmetro Medan, Budi Hariadi (38) dianiaya dan diancam bunuh di lokasi judi tembak ikan.

Penganiayaan terjadi di Komplek Brayan Trade Center, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhandeli, Kamis 28 Maret 2019 pukul 14.00 WIB silam.

Di situ, pria yang akrab disapa Budenk tersebut diduga dianya oleh Bos Judi bernama Ationg.

Sehingga korban lalu membuat laporan ke Polsek Medan Labuhan.

Belakangan, tersiar kabar, bos judi penganiaya Pimred Posmetro Medan itu telah diamankan petugas Polsek Medan Labuhan.

Akan tetapi, saat mempertanyakan penangkapan terhadap pria keturunan Tionghoa, Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan membantahnya. (Dyt)

Facebook Comments
Loading...