oleh

Perwakilan Batak Dukung Poldasu Tangkap Pelaku Penghinaan

-Hukum-348 views

Medan (Pewarta.co)-Perwakilan suku Batak mendukung Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) untuk menangkap Faisal Abdi, pelaku penghinaan di media sosial.

Loading...

Dugaan tindak pidana penghinaan yang dinilai melanggar Pasal 28 Undang-undang (UU) No11 Tahun 2008 tentang ITE itu sendiri sudah dilaporkan pelapor, Parluhutan Situmorang dalam laporan polisi No : LP/822/VI/2018/SPKT III tanggal 29 Juni 2018.

“Selama ini kehidupan masyarakat Indonesia khususnya Sumut dalam keberagaman Suku, Agama, Ras dan antar Golongan (SARA) sangat terjaga. Walau tidak mempengaruhi kebhinekaan yang sudah terjalin selama ini, pelaku harus ditindak tegas untuk memberikan keadilan dan kenyamanan dalam masyarakat, khususnya demi menjaga etika dalam penyampaian pendapat,” ujar CP Nainggolan kepada pewarta.co, Minggu, (1/7/2018).

Ditegaskannya, laporan yang disampaikan Parluhutan Situmorang mewakili suku Batak di seluruh dunia merupakan langkah positif seorang warga negara yang taat hukum karena merasa martabat dan harga dirinya ternodai.

Menurutnya, harapan suku Batak terhadap pengungkapan kasus itu bertujuan untuk menindak  pelaku secara personal dan siapa saja yang terlibat, tanpa bermaksud menjadi ego kesukuan sehingga dimanfaatkan pihak tidak bertanggungjawab yang dapat menimbulkan perpecahan.

“Saya rasa pelaporan ini murni tindakan seorang warga negara yang taat hukum, mewakili suku Batak yang menganggap pelaku telah melakukan penistaan berdimensi SARA. Jadi, hal ini bukan ego atau faktor kesukuan yang nanti dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggungjawab, sehingga meluas dan berdampak bagi kerukunan yang ada selama ini. Konsepnya harus dipahami, tindakan pelaku murni tindak pidana yang ketentuannya sudah diatur dalam undang-undang,” tegas mantan Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Medan itu.

Senada dengan itu, mewakili praktisi hukum muda Sumut, Sri Falmen Siregar SH mengatakan, sebagian besar generasi muda suku Batak yang aktif menggunakan informasi dan transaksi elektronik menegaskan tidak terima dengan adanya penghinaan berdimensi SARA di Medsos.

Selain dinilai melanggar etika dalam menyampaikan pendapat melalui Medsos, tindakan pelaku yang menyebutkan suku Batak tolol dan memakan kotoran salah satu hewan jelas melanggar undang-undang.

“Kami generasi muda sangat bangga dan nyaman dengan keberagaman yang sudah terawat selama ini. Saya juga yakin, setiap warga negara juga harus menjaga etika dalam penyampaian pendapat, apalagi jelas diatur dalam UU ITE. Meski dugaan penghinaan yang telah viral di Medsos ini tidak berkaitan dan berdampak terhadap kerukunan saat ini. Akan tetapi diharapkan agar polisi lebih aktif menindak tegas pelaku agar menjadi contoh bahwa setiap warga negara memiliki serta menjalankan hak dan tanggungjawabnya,” katanya.

Sementara itu, ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kerukunan Masyarakat Batak Sumut Daniel Pardede mengimbau pelaku dengan kesadaran sendiri dapat menyerahkan diri kepada pihak kepolisian, sehingga suku Batak dapat mengampuninya sebagai saudara sebangsa dan setanah air. Selain itu, ia berharap masyarakat khususnya suku Batak tidak terpancing emosi dalam menanggapi hal ini.

“Kami berharap, pelaku menyerahkan diri sehingga ada pengampunan sebagai saudara sebangsa dan setanah air. Sebagai seorang Evangelis, kami dapat mendoakan saudara agar dapat menjadi orang Pancasilais.  Saya harap, orang Batak jangan terpancing emosi dalam menghadapi masalah ini,” harapnya.

Sebelumnya, Kapoldasu Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw mengaku, saat ini pihaknya tengah menyelidiki dan akan menangkap pelaku penghinaan dalam postingan pada akun Facebook atas nama Faisal Abdi, yang dianggap telah menyinggung dan melecehkan suku Batak.

Kapolda menegaskan, kasus itu sudah dalam penyelidikan dan pengembangan untuk menangkap pelaku.

Menurutnya, dia telah memerintahkan Subdit Cybercrime Ditreskrimsus Poldasu melacak dan menangkap pemilik akun Facebook tersebut.

Oleh sebab itu, perwakilan suku Batak mendukung Poldasu untuk menangkap Faisal Abdi, pelaku penghinaan di media sosial terhadap suku Batak. (rks)

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Loading...