oleh

Penyebar Ujaran Kebencian terhadap Presiden dan Megawati Ditangkap

-Hukum-72 views

Belawan (Pewarta.co)-Penyebar ujaran kebencian terhadap Presiden Republik Indoensia (RI) dan Ketua Umum PDIP akhirnya berhasil ditangkap petugas gabungan.

Loading...

Sebelumnya, video viral menghina Joko Widodo dan Mega Wati Soekarno Putri  terpampang melalui running text SPBU 14.202.114 di Pasar III Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan pada hari Jumat 24 Mei 2019 kemarin.

Dalam kasus ini, selain mengamankan pria berinisial IPT (20), polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit laptop yang digunakan tersangka untuk menyebar ujaran kebencian ke Sosial Media (Sosmed).

“Pelaku penyebar ujar kebencian Presiden dan Ketua Umum PDIP berhasil diamankan setelah petugas gabungan Cyber Crime Polda Sumut dan Satreskrim Polres Belawan serta  Polsek Medan Labuhan yang sebelumnya melakukan penyelidikan,” ujar Kapolres Belawan, AKBP Ikhwan Lubis SH MH didampingi, Kasat Reskrim, AKP Jerico Lavian Candra SIK, seperti dihimpun dalam siaran persnya di Mapolsek Medan Labuhan, Senin (27/5/2019).

Dijelaskan Kapolres, Penangkapan terhadap tersangka setelah petugas gabungan memeriksa sejumlah saksi.

“Bermodal dari keterangan sembilan orang saksi yang sebelumnya diperiksa. Selanjutnya kita melakukan pengembangan dan akhirnya tersangka berhasil ditangkap saat berada di rumahnya,” jelas mantan Kabsudit Indag Ditreskrimsus Polda Sumut ini.

Selain itu, AKBP Ikhwan menambahakan, terkait pembuat teks hinaan terhadap Presiden RI dan Ketua Umum PDIP, pihaknya masih mendalami dengan melakukan penyelidikan.

“Kasus ini masih dalam penyelidikan. Untuk sementara, kita menduga pelaku yang meretas ini adalah orang luar yang punya keahlian dalam bidang IT,” tambah mantan Kasat Reskrim Polrestabes Medan ini.

Sekaitan dengan itu, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Jerico Lavian Chandra SIK mengatakan, hasil introgasi, bahwa pelaku sengaja merekam dan menyebar luaskan running teks penghinaan tersebut ke berbagai Sosmed.

“Ketika diinterogasi, tersangka mengaku sengaja melakukan penyebaran penghinaan itu ke media sosial seperti you tube, facebook, WhatsApp dan instagram,” ujar orang nomor satu di Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan ini.

Selanjutnya, kata Jerico, imbas perbuatanya sang bersangkutan harus merasakan pengapnya rumah tahanan kepolisian Mapolsek Medan Labuhan.

“Tersangka di sangkaan melanggar pasal 45 ayat 3 UU ITE jo pasal 207 KHUP dengan hukuman penjara empat tahun penjara,” tandas Alumnus Akpol Tahun 2008 ini. (Dyt)

Facebook Comments
Loading...