Kapolres Batubara : Tersangka OTT tak dapat ditangguhkan

Kapolres Batubara : Tersangka OTT tak dapat ditangguhkan

Batubara, (Pewarta.co)-Kapolres Batubara AKBP Robinson Simatupang SH menegaskan tidak ada penangguhan penahanan bagi tersangka Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Tersangka OTT dikenakan undang-undang tentang tindak pidana korupsi dengan ancaman 5 tahun, jadi tidak dapat ditangguhkan.

Penegasan tersebut disampaikan Robinson menjawab pewarta.co dalam siaran persnya terkait OTT oknum Kepala Desa Durian dan tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Inspektorat Kabupaten Batubara, Jum’at (10/8/18), di aula Mapolres Batubara.

Dijelaskannya, oknum Kades Desa Durian, Kecamatan Sei Balai berinisial HI dan tiga oknum ASN Inspektorat masing-masing VH, JO, dan YBO terjaring OTT pada Kamis 9 Agustus 2018 sekitar pukul 13.00 WIB, di kantor Desa Durian.

Saat itu, ketiga pegawai Inspektorat sedang melakukan pemeriksaan keuangan terkait Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun 2018.

Dalam pemeriksaan, pegawai Inspektorat diduga mendapati kejanggalan laporan keuangan desa.

“Temuan itu disinyalir dimanfaatkan para petugas untuk mencari keuntungan dan berujung penyuapan dengan transaksi sebesar tiga juta rupiah,” ujar Kapolres.

Orang nomor satu di Polres Batubara itu juga membenarkan, dalam waktu dua bulan terakhir sudah dua oknum Kades terjaring OTT.

Akhir Juni 2018 lalu Polres Batubara menjaring oknum Kades Desa Aras Kecamatan Air Putih berinisial MY dan kini oknum Kades Durian, HI.

Dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi DD, Polres Batubara telah membentuk Tim yang akan terus melakukan pengawasan.

Ini dimaksudkan agar ADD tidak diselewengkan oknum-oknum pejabat nakal.

Sehingga pengalokasian ADD bisa berjalan secara benar serta tidak berakibat kerugian negara dan masyarakat.

Pantauan di lokasi, dengan barang bukti uang tunai 3 juta rupiah serta berkas yang disita Polisi, ke empat terpaksa diinapkan di sel tahanan Polres Batubara.

Di hadapan Kapolres yang saat itu didampingi Pjs Kasat Reskrim AKP Herry Tambunan, Kades HI mengakui memberi suap kepada ketiga ASN Inspektorat sebesar 3 juta rupiah.

Namun sayangnya, ketika diwawancarai, HI yang mengaku sudah 5 tahun menjabat sebagai Kades Durian, bungkam.

Begitu juga ketiga ASN Inspektorat yang sudah mengenakan baju orange milik Polres Batubara itu.

Ditanya desa mana saja yang telah dilakukan pemeriksaan dan apa bentuk temuan dalam pemeriksaan, ketiga tersangka yang digaji pemerintah itu juga tak mau buka mulut.

Mereka hanya memilih bungkam seribu bahasa.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, ke empat tersangka yang sudah mengenakan baju pesakitan milik Polres Batubara kini dijebloskan di ruang tahanan Polres tersebut. (ril/rks)

Facebook Comments

Related posts