oleh

DJBC Sumut Musnahkan Barang Ilegal Senilai 190 Juta

-Hukum-116 views

Belawan (Pewarta.co)-Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sumatera Utara (Sumut) memusnahkan barang ilegal senilai 190 juta rupiah.

Loading...

Pemusnahan barang ilegal senilai ratusan juta di kantor DJBC Sumut, Jalan Karo Medan Belawan, Selasa, (30/1/2019) tersebut merupakan hasil penindakan dan pencegahan yang dilakukan bersama Polda Sumatera Utara dan Komando Distrik Militer 0208 Kabupaten Asahan.

Sedangkan barang yang dimusnahkan dengan cara dibakar tersebut terdiri dari 238 ball pakain bekas dan 20.000 kotak kosmetik serta obat-obatan.

“Pemusnahan ratusan pakain bekas ini merupakan barang import larangan. Sedangkan untuk kosmetik sendiri tidak memenuhi perjanjian import dan intasi terkait seperti BPOM dan Kementerian Perdagangan dan Perindustrian,” ujar Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) DJBC Sumut, Oza Olavia didampingi Kepala Seksi Penindakan Bea dan Cukai Medan, Edi Syahputra kepada wartawan.

Dijelaskannya, pemusnahan ini dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang.

“Jadi, setelah ada persetujuan, kita langsung melakukan pemusnahan barang ilegal senilai 190 juta rupiah,” jelas orang nomor satu di DJBC Sumut ini.

Selain itu, Oza Olivia menyebut, pemusnahan barang ini sebagai upaya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) untukĀ  melindungi masyarakat dari masuknya barang impor yang dapat membahayakan kesehatan manusia maupun lingkungan.

“Barang yang di musnahkan ini tergolong sebagai barang yang berbahaya untuk manusia maupun lingkungan. Karena tidak diawasi kualitasnya,” sebutnya.

Dari itu, kata Oza Olivi, guna mencegah penyeludupan barang Ilegal tersebut, pihaknya terus melakukan sinergitas dengan TNI-Polri serta aparat penegak hukum lainnya untuk pencegahan penyelundupan barang ilegal.

“Guna meningkatkan pencegahan masukanya barang-barang ilegal, kita terusĀ melakukan kordinasi dengan TNI-Polri serta aparat penegak hukum lainnya,” kata Oza Olivia sembari mengatakan pihaknya terus melakukan pengawasan dengan cara menutup lokasi rawan penyelundupan barang ilegal yang berada di Pelabuhan Sumut.

Sementara itu, Kepala Seksi Penindakan Bea dan Cukai Medan, Edi Syahputra mengatakan, Provinsi Sumatera Utara termasuk salah satu wilayah rawan peneyeludupan barang ilegal.

“Sumut termasuk salah satu provinsi yang rawan akan penyeludupan barang ilegal, terutama penyeludupan balepress yang dominan terjadi di Pantai Timur. Untuk itu, Kanwil Bea dan Cukai berkomitmen untuk melakukan penertiban terhadap importasi ilegal di Sumatera Utara,” tandasnya. (Dyt)

Facebook Comments
Loading...