oleh

Ditreskrimum Poldasu Tangkap Bos PT Green Shafire Holidays

-Hukum-189 views

Medan (Pewarta.co)-Ditreskrimum Polda Sumut menangkap Bos PT Green Shafire Holidays, Muhammad Azmi terkait kasus penggelapan perjalanan umrah.

Loading...

Selain itu, orang nomor satu di perusahaan yang bergerak di bidang perjalanan umrah itu telah ditetapkan menjadi tersangka karena mengakibatkan kerugian senilai 2,8 miliar rupiah.

Tersangka juga diduga melakukan tindak pidana pencucian uang dengan menggunakan uang setoran calon jemaah.

“Ada lebih seratus jemaah yang dirugikan. Mereka sudah bayar, tetapi pada hari H keberangkatan pesawat yang dijanjikan tidak ada,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian Djayadi SIK, didampingi Kasubdit III/Jatanras AKBP Maringan Simanjuntak, dalam jumpa pers di Markas Polda Sumut, Kamis (28/2/2019).

Kombes Pol Andi Rian menerangkan, kasus ini terungkap berkat adanya dua laporan ke polisi. Pelapor pertama yakni Abdullah, Direktur PT Alfalah Tour. Pelapor kedua adalah Idrus Marpaung, Direktur PT Thoriq Haramain. “Pelapor pertama mengalami kerugian sekitar 591 juta rupiah sedangkan pelapor kedua rugi sekitar 343 juta rupiah,” terang Kombes Pol Andi Rian.

Menurut Kombes Pol Andi Rian, calon jemaah meminta pengurusan keberangkatan umroh melalui dua PT yang sekarang menjadi korban.

Untuk PT Alfalah Tour, ada 53 calon jemaah tetapi mereka tidak melapor karena kasus ini ditangani langsung perusahaan tersebut.

Begitu juga dengan 50 calon jemaah dari PT Thoriq Haramain.

“Sebenarnya masih ada korban lain hanya belum melapor. Tak perlu saya sebutkan nama perusahaannya. Kerugiannya lebih besar yaitu sekitar 1,8 miliar,” beber Kombes Pol Andi Rian.

Modus penipuan ini, sambung Kombes Pol Andi Rian, menyediakan perjalanan tiket penerbangan rute Medan-Colombo-Jeddah.

PT Green Shafire Holidays menawarkan jasa perjalanan seperti rute itu melalui perusahaan-perusahaan yang menjadi langganan.

Sayangnya, pada saat mau berangkat, rupanya tidak ada pesawatnya.

“Sehingga PT yang menjaminkan tadi, mereka sendiri yang mengupayakan untuk mencari penerbangan supaya calon jemaah bisa umroh,” ungkapnya.

Kejadian ini, lanjut Kombes Pol Andi Rian, berlangsung pada bulan Desember 2018.

Sayangnya, tersangka tidak bertanggung jawab atas persialan ini.

Ia berdalih perusahaan mengalami kerugian, sehingga gagal memberangkatkan calon jemaah.

Atas perbuatannya, tersangka dikenai tindak pidana penipuan atau penggelapan serta undang-undang pencucian uang.

“Ancaman 5 tahun kalau tindak penipuan. Tetapi kalau untuk tindak pidana pencucian uang bisa lebih berat lagi,” pungkas Kombes Pol Andi Rian. (Dedi/red)

Facebook Comments
Loading...