oleh

Diduga Beking Preman, Oknum Hakim Ciderai Etika Profesinya Polisi diminta tangkap Mul cs

-Hukum-49 views

Medan (pewarta.co) – Hakim merupakan aparat penegak hukum atau pejabat peradilan negara yang diberi wewenang oleh undang-undang untuk mengadili atau memutuskan suatu perkara. Untuk itu, seorang hakim diharapkan tidak menyalahgunakan profesi yang diamanatkan itu guna menjadi pribadi yang senantiasa menjaga kehormatan dan martabat sebagai aparatur peradilan.
Namun, masih saja ada hakim yang melakukan dugaan praktik pelanggaran hukum.

Ini terjadi ketika Mul Cs yang merupakan preman berkedok petugas parkir diduga dibeking oknum hakim sehingga preman itu hingga kini belum juga ditangkap pihak yang berwajib.

Loading...

Salah seorang preman pelaku pungli yang berkedok petugas parkir liar tersebut pernah ditangkap personel Polsek Medan Area. Namun lantaran diduga ada intervensi dari salah satu Hakim di Pengadilan Tinggi (PT) Medan, akhirnya preman pungli di sepanjang Jalan AR Hakim tepatnya dari persimpangan Sukaramai hingga sampai Gang Langgar itu dilepaskan.

Menanggapi hal itu, Pengamat Hukum Dr Kusbianto SH MHum menyatakan perbuatan oknum hakim tersebut menciderai etika profesinya sebagai hakim.

“Kalau seandainya benar soal dugaan beking itu, tentu akan membuat profesi hakim itu tercela.Hakim punya etika profesi, dan sesuai kode etiknya tidak boleh ada pelanggaran, apalagi ada dugaan melakukan pembekingan parkir liar,” tutur Kusbianto di Medan, Jumat (17/5/2019).

Menurut mantan direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan ini, hakim yang tahu hukum harusnya memberi nasehat dan jangan sampai melakukan hal-hal yang melanggar hukum.

“Ini bahkan sebaliknya malah ikut melakukan pelanggaran hukum, dengan membela, memihak atau membeking anggota masyarakat yang melanggar hukum,” kecamnya.

Kusbianto menegaskan, apa yang dilakukan oknum hakim tersebut tentu merupakan perbuatan yang tidak benar.
Rektor Universitas Dharmawangsa (Undhar) ini mengimbau hakim tersebut sebaiknya berprilaku sesuai tugas dan fungsinya sebagai pejabat hukum yang tahu hukum.

Dijelaskannya, tugas hakim secara fungsional di pengadilan melaksanakan dan menggali keadilan serta berusaha mengatasi segala hambatan dan rintangan. Hal ini agar dapat tercapainya peradilan yang dikehendaki undang-undang, oleh karena itu harus menjunjung tinggi etika profesi.

Ditambahkannya, profesi ha­kim memiliki sistem etika yang mampu menciptakan disiplin tata kerja yang dapat dijadikan pedoman bagi hakim untuk menyelesaikan tugasnya dalam menjalankan fungsi dan mengemban profesinya, serta dijadikan pedoman perilaku keutamaan moral bagi hakim.

Disebutkannya, etika profesi hakim mengatur perilaku hakim agar dapat berperilaku adil, jujur, arif dan bijaksana, mandiri, disiplin, bertanggung jawab, rendah hati, profesional, menjunjung tinggi harga diri, dan berintegritas tinggi.

Menurutnya sikap integritas tinggi akan mendorong terbentuknya pribadi yang berani menolak godaan dan segala bentuk intervensi, dengan mengedepankan tuntutan hati nurani untuk menegakkan kebenaran dan keadilan.

Kusbianto juga berharap polisi jangan tutup mata dengan kondisi pelanggaran hukum yang meresahkan masyarakat itu.

“Tugas polisi menjaga ketertiban, apalagi jika ada warga yang merasakan keresahan dengan adanya praktik pelanggaran hukum dilakukan preman berkedok petugas parkir liar diduga dibeking oknum hakim,” katanya.
Untuk itu, dia meminta kepada aparat penegak hukum agar segera menangkap para pelakunya dan diserahkan ke pengadilan. (gusti/red)

Facebook Comments
Loading...