oleh

Perbankan harus Sosialisasi Ganti Kartu ATM dengan GPN

Medan (Pewarta.co)-Perbankan sudah saatnya mensosialisasikan penggantian kartu Debit, kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dengan kartu Gerbang Pembayaran Nasional (GPN).

Hal tersebut disampaikan Asisten Direktur Departemen Elektronifikasi dan GPN Bank Indonesia, Rino Is Triyanto ketika tampil sebagai pembicara dalam diskusi publik bertemakan ‘Diseminasi Kebijakan Terkini Bank Indonesia dan Kegiatan Public Outreach SBR 004 Tahun 2018‘ di Kantor Perwakilan BI Sumut, Jalan Balai Kota, Medan, Rabu (8/8/2018)

‎”Saat ini, persiapan sudah mencapai 60 persen. Saya optimis seluruh bank sudah siap untuk menerbitkan kartu GPN keseluruhan masyarakat,” kata Rino.

Ditegaskannya, Bank Indonesia tidak pernah mewajibkan menggantikan kartu debit itu, karena yang punya kartu itu Bank, hanya saja BI berkordinasi dan mengimbau masyarakat untuk mengganti kartu.

“Kalau masih mempunyai dua kartu ganti satu kartu jadinya,”‎ tegasnya.

Rino menambahkan, penggunaan kartu GPN tidak akan terjadi pemotongan dua kali.

Namun, cukup sekali dan sebagai kartu untuk mempermudah nasabah untuk transaksi.

“Tidak ada kartu dikeluarkan GPN, terpotong dua kali ya. Kalo ada, tolong buktikan dan laporkan ke BI. Sampai saat ini, belum ada kita menerima laporan. Kalau ada, laporkan,” tambahnya.

Seperti diketahui, BI menargetkan seluruh masyarakat penggunaan kartu debit dan mewajibkan menggunakan kartu GPN ‎akan terealisasikan sampai tahun 2020 mendatang.

Kemudian, penggantian kartu (rikarding) tersebut, dilakukan secara bertahap.

Rino menjelaskan realisasi penggunaan GPN untuk mempermudah proses transaksi bagi masyarakat, tanpa memiliki beberapa kartu debit atau kartu ATM dari sejumlah ‎Bank.

“Cukup dengan kartu GPN untuk semua transaksi perbankan. Artinya, ada tujuan dan kedaulatan. Kita mengeluarkan GPN itu, didukung semuanya saja dan bukan didukung Bank Indonesia saja. Tapi, seluruh elemen masyarakat, termasuk wartawan. Yang paling ampuh wartawan, informasinya langsung kepada masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, Rino menyebutkan, ‎pergantian kartu Debit atau kartu ATM ke GPN secara bertahap dengan melihat kemampuan bank. Ini dilakukan mengingat jumlah nasabah yang sangat besar dan memerlukan waktu yang cukup lama untuk menggantinya.

Menurutnya, perlu ada penjelasan kepada masyarakat apa prinsipnya kartu ATM dan kartu debit berlogo master atau visa digantikan semua dengan berlogo Garuda Merah semuanya.

Dilakukan secara bertahap, kewajiban untuk menggunakan kartu itu, termasuk juga untuk transaksi bayar dan transaksi lainya‎ juga dilakukan bertahap. (gusti)

Facebook Comments

News Feed